BBPOM: Sumbar Bebas Mi Samyang Mengandung Babi
Senin, 19 Juni 2017 15:24 WIB
Petugas Balai Besar Obat dan Makanan (BPOM) Sumbar memeriksa makanan di salah satu supermarket, di Padang, Sumatra Barat, Minggu (18/6). Razia makanan ini untuk mengantisipasi beredarnya produk mi instan asal Korea yang mengandung bahan minyak babi. (ANTARA FOTO/Muhammad Arif Pribadi/kye/17)
Padang, (Antara Sumbar) - Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Padang, Sumatera Barat, Zulkifli menyatakan wilayah itu bebas dari peredaran Mi Samyang yang mengandung DNA babi.
"Kami sudah melakukan razia pada beberapa lokasi perbelanjaan di kota dan kabupaten di Sumbar sejak tiga hari lalu," katanya di Padang, Senin.
Menurutnya mie tersebut sejauh ini tidak lagi ditemukan di lokasi-lokasi perbelanjaan di Kota Padang seperti Transmart, Foodmart, Plaza Andalas, SJS Plaza, Citra, Budiman dan beberapa toko di kawasan Pondok, Kecamatan Padang Selatan.
"Untuk kota Padang sepertinya tidak beredar lagi namun kami akan terus melakukan pengawasan," katanya.
Ia menjelaskan Mi Samyang yang mengandung DNA babi itu didistribusikan oleh PT Koin Jaya. Sedangkan Mi Samyang yang didistribusi oleh PT Sukadana dan Kornius itu tidak mengandung DNA babi.
"Kami imbau kepada masyarakat agar lebih teliti untuk membeli barang-barang tersebut, silahkan cek distributornya, tanggal kadaluarsa dan izin BPOMnya," ujarnya.
Sementara Divisi Manajer Makanan Transmart Regi Irawan mengatakan pihaknya telah menarik seluruh Mi Samyang yang disalurkan oleh PT Koin Jaya.
"Kamis telah menariknya sejak Jumat (16/6) ada sekitar dua kotak yang ditarik dari rak penjualan," kata dia.
Ia menegaskan pihaknya tidak lagi menjual barang tersebut hingga dapat izin dari BBPOM.
"Penarikan itu merupakan perintah dari pusat dan langsung kami jalankan pada Jumat lalu," katanya. (*)
"Kami sudah melakukan razia pada beberapa lokasi perbelanjaan di kota dan kabupaten di Sumbar sejak tiga hari lalu," katanya di Padang, Senin.
Menurutnya mie tersebut sejauh ini tidak lagi ditemukan di lokasi-lokasi perbelanjaan di Kota Padang seperti Transmart, Foodmart, Plaza Andalas, SJS Plaza, Citra, Budiman dan beberapa toko di kawasan Pondok, Kecamatan Padang Selatan.
"Untuk kota Padang sepertinya tidak beredar lagi namun kami akan terus melakukan pengawasan," katanya.
Ia menjelaskan Mi Samyang yang mengandung DNA babi itu didistribusikan oleh PT Koin Jaya. Sedangkan Mi Samyang yang didistribusi oleh PT Sukadana dan Kornius itu tidak mengandung DNA babi.
"Kami imbau kepada masyarakat agar lebih teliti untuk membeli barang-barang tersebut, silahkan cek distributornya, tanggal kadaluarsa dan izin BPOMnya," ujarnya.
Sementara Divisi Manajer Makanan Transmart Regi Irawan mengatakan pihaknya telah menarik seluruh Mi Samyang yang disalurkan oleh PT Koin Jaya.
"Kamis telah menariknya sejak Jumat (16/6) ada sekitar dua kotak yang ditarik dari rak penjualan," kata dia.
Ia menegaskan pihaknya tidak lagi menjual barang tersebut hingga dapat izin dari BBPOM.
"Penarikan itu merupakan perintah dari pusat dan langsung kami jalankan pada Jumat lalu," katanya. (*)
Pewarta : Mario S Nasution
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Legislator minta masyarakat waspada obat dan kosmetik tawarkan efek instan
16 October 2025 19:27 WIB
Perhatian bagi yang suka makan nasi dan mie berlebih, waspadai naik gula darah
26 January 2023 22:20 WIB, 2023
Mie instan asal Indonesia disumbangkan di Hari Nelson Mandela di Afrika
02 August 2019 14:45 WIB, 2019
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018