Menag: Guru Agama Jangan Ajarkan Shalat Saja
Rabu, 23 November 2016 14:55 WIB
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. (ANTARA)
Jakarta, (Antara Sumbar) - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan guru agama agar tidak hanya mengajarkan tata cara shalat saja tetapi juga menyampaikan kepada siswa mengenai hakikat shalat, termasuk ibadah lainnya.
"Dalam satu pembahasan, guru agama sebaiknya jangan terjebak mengajarkan tata cara saja tapi juga disampaikan mengapa shalat itu harus ditegakkan, bukan hanya dilakukan," kata Lukman di kantornya area MH Thamrin, Jakarta, Selasa.
Lebih dari itu, dia mengatakan sejatinya shalat itu adalah tiang agama Islam dan sekaligus mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.
"Salah satu esensi shalat itu pencegahan diri dari tindakan destruktif, itulah shalat untuk rahmat alam semesta," kata dia.
Lukman juga mengambil contoh lain dari materi pendidikan agama soal esensi dari wudhu. Wudhu merupakan bagian dari pembahasan mengenai bersuci secara syariah.
Makna wudhu secara lebih jauh, kata dia, adalah menjaga kesucian diri umat Islam termasuk dalam menjaga kesucian indera badan dan jiwa. "Makna wudhu itu juga bukan sekedar tata caranya," kata Lukman.
Dengan demikian, Lukman menaruh harapan besar di pundak para guru agama sebagai penyampai pendidikan Islam di bangku sekolah agar mengajarkan Islam secara komprehensif. Kemenag merupakan instansi kementerian yang juga membidangi guru agama dan tenaga kependidikan Islam.
"Para guru inilah yang akan menyampaikan kepada siswanya mengenai Islam yang rahmat untuk alam semesta. Mereka adalah unsur penting dalam dunia pendidikan, selain anggaran pendidikan," kata dia. (*)
"Dalam satu pembahasan, guru agama sebaiknya jangan terjebak mengajarkan tata cara saja tapi juga disampaikan mengapa shalat itu harus ditegakkan, bukan hanya dilakukan," kata Lukman di kantornya area MH Thamrin, Jakarta, Selasa.
Lebih dari itu, dia mengatakan sejatinya shalat itu adalah tiang agama Islam dan sekaligus mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.
"Salah satu esensi shalat itu pencegahan diri dari tindakan destruktif, itulah shalat untuk rahmat alam semesta," kata dia.
Lukman juga mengambil contoh lain dari materi pendidikan agama soal esensi dari wudhu. Wudhu merupakan bagian dari pembahasan mengenai bersuci secara syariah.
Makna wudhu secara lebih jauh, kata dia, adalah menjaga kesucian diri umat Islam termasuk dalam menjaga kesucian indera badan dan jiwa. "Makna wudhu itu juga bukan sekedar tata caranya," kata Lukman.
Dengan demikian, Lukman menaruh harapan besar di pundak para guru agama sebagai penyampai pendidikan Islam di bangku sekolah agar mengajarkan Islam secara komprehensif. Kemenag merupakan instansi kementerian yang juga membidangi guru agama dan tenaga kependidikan Islam.
"Para guru inilah yang akan menyampaikan kepada siswanya mengenai Islam yang rahmat untuk alam semesta. Mereka adalah unsur penting dalam dunia pendidikan, selain anggaran pendidikan," kata dia. (*)
Pewarta : Anom Prihantoro
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
MTQ Sumbar di Bukittinggi, Dewan Hakim KTIQ ungkap saatnya wahyu dan akal berpadu
14 December 2025 20:30 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018