AS Kutuk Serangan Kedutaan Besarnya di Turki
Sabtu, 2 Februari 2013 20:12 WIB
Washington, (ANTARA/Xinhua-OANA) - Pemerintahan Barack Obama pada Jumat waktu setempat mengecam keras serangan mematikan di Kedutaan Besar AS di Ankara, Turki, dan menyebutnya sebagai tindakan teror.
"Ini adalah serangan teroris," kata juru bicara Gedung Putih Jay Carney kepada wartawan. "Kami tidak tahu siapa yang bertanggung jawab saat ini ataupun motivasi di balik serangan. Aksi itu sendiri jelas merupakan sebuah tindakan teror."
Washington bekerja sama dengan otoritas Turki menyelidiki serangan itu dan akan membawa para pelakunya ke pengadilan, kata Carney.
Seorang pembom bunuh diri menyerang sebuah pos pemeriksaan di sekeliling kedutaan Amerika di Ankara pada hari sebelumnya.
Serangan menewaskan seorang penjaga keamanan dan satu lainnya reporter Turki mengalami luka serius, kata juru bicara Departemen Luar Negeri Victoria Nuland.
"Jelas, itu adalah serangan teroris," kata Nuland. "Pelaku adalah individu yang memakai rompi bunuh diri yang mendatangi kompleks kedutaan kami."
Dia mengatakan Menlu AS Hillary Clinton, sebelum mundur dari posnya, bersama Melu Turki Ahmet Davutoglu sempat berkoordinasi terkait serangan mematikan itu. Keduanya berkomitmen untuk mempererat kemitraan berkelanjutan melawan terorisme di negara mereka masing-masing. (*/wij)
Pewarta : 34
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Aliansi Peradaban PBB kutuk pembakaran Al Quran di Swedia, sebut sebagai tindakan keji
24 January 2023 6:02 WIB, 2023
LPOI dan LPOK kutuk keras aksi pembakaran Al Quran oleh politisi Swedia
23 January 2023 16:37 WIB, 2023
Pakistan bergabung dengan negara-negara muslim kutuk serbuan Israel ke Masjid Al Aqsa
08 August 2022 13:49 WIB, 2022
Pasar Bawah Bukittinggi diduga sengaja dibakar OTK, Wako Erman Safar kutuk pelaku jika terbukti (Video)
24 November 2021 13:57 WIB, 2021
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018