Kuba Kecam Saran Presiden AS
Sabtu, 2 Februari 2013 13:18 WIB
Havana, (Antara/AFP) - Seorang pejabat senior Kuba pada Sabtu mengecam Presiden Amerika Serikat Barack Obama yang menyarankan peningkatan penerapan hak asasi manusia di Kuba dan menganggap kebijakan negara komunis itu telah usang.
Kepala Hubungan Luar Negeri Amerika Utara Kemlu Kuba Josefina Vidal mengatakan bahwa perkataan Obama tidak akan membawa negaranya ke arah yang lebih baik lagi.
"Sangat disayangkan bila Presiden Obama terus memberikan saran yang buruk dan tidak sesuai dengan kehidupan dan perasaan rakyat Kuba. Meskipun dia berusaha menormalkan hubungan kedua negara," kata Vidal.
Merujuk pada reformasi yang dicanangkan Presiden Raul Castro, Vidal mengatakan "Kuba adalah negara yang sedang bergerak maju."
Dalam sebuah tanya jawab di televisi Telemundo pada Rabu, Obama menekankan jika Washington terbuka untuk hubungan yang lebih baik dengan Havana setelah embargo ekonomi selama setengah abad.
"Hubungan itu akan menjadi jalur dua arah," kata Obama.
Dia menyinggung masalah tahanan politik yang menghuni penjara Kuba serta kebebasan pers dan berserikat.
Kuba sebagai mantan musuh Perang Dingin AS tidak memiliki hubungan diplomatik penuh dengan beberapa negara sejak 1961. Negara komunis itu juga mendapati embargo ekonomi AS sejak 1962.
Kuba menerapkan pembatasan kritik dari rakyat, pengekangan media dan pengendalian akses internet.
"Sekaranglah waktunya untuk masuk ke abad ke-21," kata Obama.
"Perumpamaan mobil yang dibuat pada 1950, politik yang diterapkan selama 50 atau 60-an tahun tentu sudah tidak akan berjalan dengan baik."
Namun Vidal membalas perkataan Obama. "Satu-satunya yang tidak pernah berubah selama 50 tahun adalah kebijakan Amerika Serikat."
Dalam upaya menghidupkan perekonomian negara, Presiden Raul Castro mencoba melakukan legalisasi pasar properti dan mengijinkan bisnis pribadi.
Kuba juga mengijinkan penduduknya bepergian keluar negara sejak pertama kalinya tanpa mekanisme berbelit dan mahal.
Sementara itu hubungan AS-Kuba nampak membaik sejak Obama menjadi presiden AS pada 2009.
Namun Kuba masih belum memutuskan pelepasan Alan Gross, seorang kontraktor dari Departemen AS yang mendekam selama 15 tahun di penjara karena dianggap melakukan tindakan kriminal melawan negara.
Kuba bersedia melepaskan Alan asalkan AS bersedia membebaskan lima tahanan Kuba yang ditahan Washington. Tetapi AS tidak bersedia meluluskan keinginan negara komunis itu. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Komisi IX DPR kecam kasus kekerasan seksual dokter PPDS Unpad di RSHS Bandung
10 April 2025 13:20 WIB
Palestina kecam Israel atas pemindahan paksa pasien ke RS Indonesia
29 December 2024 13:06 WIB, 2024
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018