Lubuk Basung, (Antara Sumbar) - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, membentuk tim pemeriksaan hewan kurban untuk memantau kesehatan sapi dan kambing yang akan dipotong saat Idul Adha 1437 Hijriah.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesmavet Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura dan Peternakan Agam Farid Muslim di Lubuk Basung, Senin, mengatakan tim ini berasal dari petugas Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kesehatan Hewan yang tersebar di delapan wilayah dan petugas kesehatan hewan kabupaten.
"Tim ini berjumlah sebanyak 43 orang dan mereka akan mulai memeriksa kesehatan sapi dan kambing pada 29 Agustus sampai Idul Adha pada 12 September 2016," katanya.
Ia mengatakan tim ini akan memeriksa kesehatan hewan kurban di Pasar Ternak Lubuk Basung, Pasar Ternak Matur, mushala dan masjid.
Setelah itu tim akan mengeluarkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).
Pemeriksaan kesehatan hewan ini bertujuan agar sapi dan kambing yang disemblih nantinya terbebas dari penyalit cacing hati, virus Jembrana dan lainnya sehingga tidak menular kepada warga yang akan mengkosumsinya.
Selain memeriksa kesehatan hewan kurban, tambahnya tim juga memberikan sosialisasi kepada panitia terkait syarat hewan kurban yang akan disemblih seperti, cukup usia, tidak cacat, jantan dan lainnya.
Ia menambahkan pemeriksaan kesehatan hewan kurban ini setiap tahun dilakukan.
Pada Idul Adha 1436, tim menemukan penyakit cacing hati dan peradangan paru-paru.
"Atas temuan itu, tim menyarankan kepada panitia agar hati tersebut dibuang," tegasnya.
Pada tahun ini, katanya pihaknya memprediksi sekitar 4.950 ekor sapi yang akan dipotong saat Idul Adha.
Pemotongan sapi ini berkurang sekitar satu persen dibandingkan pada 2015, karena pada tahun lalu pemotongan sapi sebanyak 4.982 ekor.
Berkurangnya jumlah pemotongan ini berdasarkan pemotongan setiap bulannya untuk kebutuhan warga, karena jumlah pemotongan pada tahun ini berkurang sekitar lima sampai 10 ekor setiap bulan dibandingkan 2015.
"Ini disebabkan faktor ekonomi masyarakat di Kabupaten Agam melemah dibandingkan tahun sebelumnya," katanya.
Sapi yag dipotong ini berasal dari Kabupaten Pasaman, Pesisir Selatan, Solok dan lainnya.
Salah seorang warga Lubuk Basung, Lukman memberikan apresiasi kepada dinas terkait yang akan melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban.
"Dengan cara ini daging sapi dan kambing yang akan dikosumsi warga terbebas dari penyakit," katanya. (*)