Jakarta, (Antara Sumbar) - Potensi populasi Indonesia yang mencapai 250 juta jiwa membuka peluang bisnis berbasis teknologi digital semakin luas,kata pengusaha bidang industri digital, Shinta Dhanuwardoyo.
"Selain itu, hampir setengah penduduk Indonesia berusia di bawah 30 tahun, sehingga peluang bisnis teknologi digital semakin besar," katanya di Jakarta, Kamis disela-sela acara Forum Ekonomi Islam Dunia ke-12.
Namun demikian, menurut Shinta Dhanuwardoyo, ada tiga hal utama yang masih menjadi kendala dalam pengembangan teknologi digital di Indonesia.
Kendala tersebut adalah kurangnya infrastruktur yang mendukung pengembangan dan penggunaan teknologi digital, kebijakan pemerintah bidang bisnis berbasis digital yang belum tersedia, dan kurangnya sumber daya manusia yang menguasai bidang ini.
"Jika kita bisa mengatasi kendala ini, saya yakin Indonesia bisa menjadi pemain utama bisnis berbasis digital di tingkat regional bahkan internasional," kata pendiri salah satu perusahaan internet pertama di Indonesia ini.
Dia melanjutkan sinergi antara pemerintah dengan pengusaha merupakan langka tepat guna mempercepat perkembangan bisnis digital, salah satunya adalah program "1000 startup digital" yang diselenggarkan oleh Kementerian Koordinasi Perekonomian dan Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Program ini diharapkan dapat melahirkan 1000 perusahaan "startup" dengan nilai investasi 10 miliar dolar AS pada 2020.
Shinta Dhanuwardoyo termasuk dalam 99 perempuan paling berpengaruh di Indonesia menurut Globe Asia.
Dia juga mendirikan SVATA yakni sebuah organisasi nirlaba yang menjembatani celah pengetahuan antara Silicon Valley, pusat perusahaan teknologi digital di Amerika Serikat, dan ekosistem teknologi Indonesia. (*)