Jasindo Bayarkan Klaim Petani Dharmasraya Gagal Panen
Rabu, 16 Maret 2016 14:00 WIB
Pulau Punjung, (AntaraSumbar) - PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) Cabang Sumatera Barat menyerahkan ganti rugi gagal panen akibat bencana banjir yang melanda petani di Nagari (desa Adat) Timpeh, Kabupaten Dharmasraya sebesar Rp6 juta.
"Ini kami serahkan sesuai dengan klaim yang diterima, berupa asuransi kerugian untuk satu hektare lahan petani yang gagal panen," kata Kepala Cabang Jasindo Sumbar Bayu Arda, di Pulau Punjung, Rabu.
Dia menjelaskan Jasindo merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk membatu Kementrian Pertanian dalam mengatasi persoalan gagal panen yang dialami petani.
Sejak Jasindo hadir, kata dia, sekitar 70 persen petani Dharmasraya telah mendatarkan kelompok taninya untuk dimasukan ke asuransi.
"Kami harap kedepanya seluruh petani Dharmasraya bergabung dengan Jasindo, kerena banyak manfaat yang petani dapatkan," katanya.
Dia menjelaskan Jasindo menanggung gagal panen petani yang diakibatkan, antara lain karena banjir, akibat kekeringam, dan akibat serangan hama.
Dia mengatakan, setiap kelompok tani hanya membayarkan premi Rp36 ribu untuk satu hektare lahan sawah dengan masa waktu asuransi satu musim tanam.
"Kami akan memberikan ganti rugi kepada petani Rp6 juta setiap satu hektare lahan sawah yang gagal panen," ujarnya.
Dia menambahkan, Jasindo Sumbar terus berupaya menyosialisasikan program ini agar kedepanya petani tidak mengalami kerugian ketika gagal panen.
"Cuman kami masih menemui kesulitan dalam meberikan pemahaman kepada petani mengenai asuransi ini, akan tetapi akan terus berupaya," katanya. (cpw)
"Ini kami serahkan sesuai dengan klaim yang diterima, berupa asuransi kerugian untuk satu hektare lahan petani yang gagal panen," kata Kepala Cabang Jasindo Sumbar Bayu Arda, di Pulau Punjung, Rabu.
Dia menjelaskan Jasindo merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk membatu Kementrian Pertanian dalam mengatasi persoalan gagal panen yang dialami petani.
Sejak Jasindo hadir, kata dia, sekitar 70 persen petani Dharmasraya telah mendatarkan kelompok taninya untuk dimasukan ke asuransi.
"Kami harap kedepanya seluruh petani Dharmasraya bergabung dengan Jasindo, kerena banyak manfaat yang petani dapatkan," katanya.
Dia menjelaskan Jasindo menanggung gagal panen petani yang diakibatkan, antara lain karena banjir, akibat kekeringam, dan akibat serangan hama.
Dia mengatakan, setiap kelompok tani hanya membayarkan premi Rp36 ribu untuk satu hektare lahan sawah dengan masa waktu asuransi satu musim tanam.
"Kami akan memberikan ganti rugi kepada petani Rp6 juta setiap satu hektare lahan sawah yang gagal panen," ujarnya.
Dia menambahkan, Jasindo Sumbar terus berupaya menyosialisasikan program ini agar kedepanya petani tidak mengalami kerugian ketika gagal panen.
"Cuman kami masih menemui kesulitan dalam meberikan pemahaman kepada petani mengenai asuransi ini, akan tetapi akan terus berupaya," katanya. (cpw)
Pewarta : Ilka Jensen
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Rahmat Saleh dorong percepatan perbaikan lahan pertanian terdampak banjir di Padang
01 May 2026 10:52 WIB
Wako Pariaman usulkan anggaran pertanian Rp23,9 miliar dalam Rakornas Mitigasi Kekeringan
21 April 2026 17:57 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018