Logo Header Antaranews Sumbar

Pariaman minta bantuan ke Kementan kembangkan sektor pertanian dan peternakan senilai Rp23,9 miliar

Rabu, 15 April 2026 15:57 WIB
Image Print
Wako Pariaman, Sumbar Yota Balad mengikuti arahan dari Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat mengikuti audiensi di Kantor Kementan di Jakarta, Rabu. Antara/HO-Diskominfo Pariaman 

Pariaman (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) meminta bantuan Kementerian Pertanian (Kementan) RI untuk mengembangkan program strategis bidang ketahanan pangan dan peningkatan perekonomian masyarakat melalui sektor pertanian dan peternakan dengan nilai anggaran mencapai Rp23,9 miliar.

"Di luar proposal, kami juga meminta kepada pak menteri untuk dapat memfaslilitasi cetak sawah baru seluas 500 hektare, pompanisasi untuk saluran irigasi yang debit airnya masih kecil di sawah-sawah petani di Kota Pariaman, serta hilirisasi komoditas unggulan daerah Kota Pariaman ke kancah nasional dan internasional," kata Wali Kota Pariaman Yota Balad saat dikonfirmasi dari Pariaman, Rabu.

Ia menyampaikan untuk meminta bantuan tersebut pihaknya melakukan audiensi dengan Menteri Pertanian pada Rabu di Kantor Kementan di Jakarta.

Pertemuan tersebut, lanjutnya merupakan tindak lanjut dari penyerahan proposal dari Pemkot Pariaman kepada menteri saat orang nomor satu di Kementan tersebut mengunjungi Sumbar pada Selasa (14/4).

Yota mengatakan permohonan bantuan dengan nilai anggaran puluhan miliar tersebut merupakan upaya untuk mempercepat pembangunan di sektor pertanian dan peternakan di daerah itu guna mewujudkan ketahanan pangan dan meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya petani.

Apalagi sektor pertanian masih merupakan penggerak perekonomian masyarakat di daerah yang juga mengembangkan sektor pariwisata, jasa, dan perdagangan tersebut.

Ia merincikan jenis permohonan bantuan dan perkiraan kebutuhan biaya untuk menjalankannya yaitu pertama, pengadaan empat unit drone sebagai alat penyemprot pestisida padi agar pekerjaan lebih efisien dan merata dibandingkan metode manual dengan nilai anggaran Rp1,2 miliar.

Kemudian yang kedua yaitu pengadaan pompa air untuk mengairi persawahan dengan nilai anggaran Rp2,1 miliar. Selanjutnya permohonan mesin giling padi agar kualitas beras yang dihasilkan lebih baik dengan nilai anggaran Rp1,8 miliar.

Kemudian, bantuan benih padi bersertifikat dengan nilai anggaran Rp680 juta, bantuan bibit kelapa sekitar Rp1 miliar, rehap jaringan irigasi lebih dari Rp6,9 miliar, alat semprot Rp112,5 juta, lalu bantuan ternak ayam Buras yang dananya lebih dari Rp3,7 miliar dan pembangunan rumah potong hewan sekitar Rp6,3 miliar.

Yota berharap proposal yang diajukan oleh Pemkot Pariaman tersebut dapat difasilitasi oleh Kementan sehingga percepatan pembangunan pertanian di wilayah itu dapat dilakukan.

Ia menyampaikan Menteri Andi Amran Sulaiman menyambut baik permohonan bantuan yang diajukan oleh Pemkot Pariaman tersebut karena pada dasarnya bantuan yang diminta langsung menyasar pada peningkatan kualitas dan kuantitas komuditas pangan.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026