Padang, (AntaraSumbar) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Barat (Sumbar), akan meningkatkan kapasitas pengelola Bank Perkreditan Rakyat (BPR) sebagai langkah meningkatkan profesionalisme sumber daya manusia pengelola.


         "Kami telah merancang program yang diberi nama "recycling" guna meningkatkan kompetensi pengurus BPR," kata Kepala Kantor OJK perwakilan Sumbar, Indra Yuheri di Padang, Jumat.


         Ia menyampaikan hal itu saat mengumumkan penutupan serta pencabutan izin usaha  BPR Mitra Bunda Mandiri Tarusan bersama Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).


         Menurutnya melalui program peningkatan kapasitas tersebut pihaknya akan meningkatkan pemahaman auditor internal BPR dalam menjalankan tugas.


         "Selain itu kami akan terus melakukan evaluasi secara rutin setiap semester untuk memastikan BPR dalam kondisi sehat," ujarnya.


         Ia menyebutkan saat ini di Sumbar terdapat 99 BPR dengan total aset mencapai Rp1,5 triliun serta jumlah kredit Rp1,17   triliun dan dana pihak ketiga Rp1,1 miliar.


         Sementara Wakil Kepala OJK  perwakilan Sumbar Bob Hasfian  mengatakan  pihaknya optimistis perkembangan BPR akan terus tumbuh kendati dalam beberapa tahun terakhir ada  yang ditutup.


         "Jika dikelola dengan baik maka keberadaannya akan terus berkembang," ujarnya.


         Ia mengatakan selama ini yang menjadi penyebab ditutupnya sejumlah BPR karena faktor internal berupa pengelolaan yang  kurang menjunjung asas integritas.


         "Jika pengurusnya jujur, manajemen juga maka BPR akan terus bertahan," kata dia.


          Sementara Bank Indonesia (BI) perwakilan Sumbar mencatat pertumbuhan aset BPR di provinsi itu tumbuh 7,2 persen pada triwulan III 2015 dibandingkan triwulan II yang hanya 2,7 persen.


         Meningkatnya pertumbuhan aset disebabkan  pertumbuhan ekspansi penyaluran kredit oleh BPR di Sumbar   setelah tumbuh negatif pada dua triwulan sebelumnya, kata Kepala Perwakilan BI Sumbar Puji Atmoko.


         Ia mengatakan perkembangan dana pihak ketiga (DPK)   BPR di Sumbar menunjukkan kecenderungan perbaikan dengan pertumbuhan yang cukup tinggi.


         Jumlah DPK yang berhasil dihimpun BPR pada triwulan III  mencapai Rp1,18 triliun dengan pertumbuhan sebesar 15,1 persen atau tumbuh lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang hanya tumbuh  9,4 persen, ujar dia.


         Meningkatnya pertumbuhan DPK tersebut terjadi pada seluruh jenis simpanan, dengan pertumbuhan terbesar pada deposito dan kemudian tabungan, lanjutnya. (*)