Pemkab Pesisir Selatan Antisipasi Penyebaran Penyakit Rabies
Sabtu, 16 Januari 2016 11:30 WIB
Painan, Sumbar, 16/1 (Antara) - Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, terus berupaya mengantisipasi penyebaran rabies kepada masyarakat dengan memutus mata rantai penyebab timbulnya penyakit tersebut dari binatang.
"Anjing liar merupakan binatang penyebar rabies terbanyak melalui gigitannya terhadap manusia di daerah ini. Untuk memutus mata rantai penyebaran rabies dari binatang tersebut, pemkab setempat menargetkan eliminasi (pemusnahan) anjing liar sebanyak 8 ribu ekor pada 2016, " kata Kepala Dinas Peternakan Pesisir Selatan Nuzirwan di Painan, Sabtu.
Target pemusnahan anjing liar pada 2016 lebih banyak dari tahun lalu (2015) yang hanya sebanyak 7.500 ekor. Dari target 2015 petugas peternakan berhasil mengeliminasi anjing liar sebanyak 7.200 ekor.
Menurutnya, penambahan populasi anjing liar di kabupaten itu cukup tinggi, dalam setahun diprediksi mencapai empat kali lipat dari jumlah sebelumnya atau perkembangannya mencapai 16 ribu ekor per tahun, tersebar di 15 kecamatan yang ada.
Seperti biasa, kegiatan eleminasi dilaksanakan sebanyak tiga kali dalam setahun di seluruh wilayah kabupaten itu. Sedangkan bagi anjing peliharaan atau anjing berburu, pemkab juga berupaya mengantisipasi penyebaran penyakit rabies dengan melakukan vaksinasi.
"Bagi anjing peliharaan vaksinasi penting dilakukan agar terhindar dari penyakit rabies. Seperti biasa Vaksinasi dilakukan sebanyak dua kali dalam setahun di seluruh wilayah kabupaten ini, " katanya.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Pesisir Selatan Syahrizal Antoni mengatakan, sepanjang tahun 2015 pemkab mencatat terjadi sebanyak 94 kasus gigitan anjing liar terhadap masyarakat.
Pada uji labor yang dilakukan terhadap sebanyak empat orang masyarakat yang digigit anjing liar tersebut, satu orang diantaranya dinyatakan positif rabies.
"Rabies dapat disebabkan oleh gigitan berbagai binatang seperti kucing, kera (monyet) anjing dan sebagainya. Namun penderita rabies di kabupaten itu tahun 2015 mayoritas disebabkan oleh gigitan anjing, " katanya.
Dari kasus tersebut, bagi warga yang dinyatakan positif terkena rabies langsung diberikan vaksinasi oleh pemkab setempat melalui dinas kesehatan sehingga kembali sembuh.
Katanya, semua kasus gigitan anjing sepanjang tahun 2015 di kabupaten itu telah berhasil ditangani pihak medis dengan baik
"Anjing liar merupakan binatang penyebar rabies terbanyak melalui gigitannya terhadap manusia di daerah ini. Untuk memutus mata rantai penyebaran rabies dari binatang tersebut, pemkab setempat menargetkan eliminasi (pemusnahan) anjing liar sebanyak 8 ribu ekor pada 2016, " kata Kepala Dinas Peternakan Pesisir Selatan Nuzirwan di Painan, Sabtu.
Target pemusnahan anjing liar pada 2016 lebih banyak dari tahun lalu (2015) yang hanya sebanyak 7.500 ekor. Dari target 2015 petugas peternakan berhasil mengeliminasi anjing liar sebanyak 7.200 ekor.
Menurutnya, penambahan populasi anjing liar di kabupaten itu cukup tinggi, dalam setahun diprediksi mencapai empat kali lipat dari jumlah sebelumnya atau perkembangannya mencapai 16 ribu ekor per tahun, tersebar di 15 kecamatan yang ada.
Seperti biasa, kegiatan eleminasi dilaksanakan sebanyak tiga kali dalam setahun di seluruh wilayah kabupaten itu. Sedangkan bagi anjing peliharaan atau anjing berburu, pemkab juga berupaya mengantisipasi penyebaran penyakit rabies dengan melakukan vaksinasi.
"Bagi anjing peliharaan vaksinasi penting dilakukan agar terhindar dari penyakit rabies. Seperti biasa Vaksinasi dilakukan sebanyak dua kali dalam setahun di seluruh wilayah kabupaten ini, " katanya.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Pesisir Selatan Syahrizal Antoni mengatakan, sepanjang tahun 2015 pemkab mencatat terjadi sebanyak 94 kasus gigitan anjing liar terhadap masyarakat.
Pada uji labor yang dilakukan terhadap sebanyak empat orang masyarakat yang digigit anjing liar tersebut, satu orang diantaranya dinyatakan positif rabies.
"Rabies dapat disebabkan oleh gigitan berbagai binatang seperti kucing, kera (monyet) anjing dan sebagainya. Namun penderita rabies di kabupaten itu tahun 2015 mayoritas disebabkan oleh gigitan anjing, " katanya.
Dari kasus tersebut, bagi warga yang dinyatakan positif terkena rabies langsung diberikan vaksinasi oleh pemkab setempat melalui dinas kesehatan sehingga kembali sembuh.
Katanya, semua kasus gigitan anjing sepanjang tahun 2015 di kabupaten itu telah berhasil ditangani pihak medis dengan baik
Pewarta : Junisman
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Jelang Ramadan, PMI Tanah Datar gelar gebyar donor darah antisipasi kekurangan stok
13 February 2026 14:05 WIB
Antisipasi pencurian kendaraan bermotor selama Ramadhan, Satreskrim Polres Dharmasraya optimalkan ini
12 February 2026 16:44 WIB
Sawahlunto Perkuat Kemitraan dengan DJPb Sumbar untuk Antisipasi Dinamika Regulasi Dana Pusat
30 January 2026 9:39 WIB
Dinas Kesehatan Pasbar telah lakukan PE, PSN sampai goro bersama upaya pemberantasan penyakit DBD
26 January 2026 12:38 WIB
Pemkot Pariaman tingkatkan pengawasan siswa pulang sekolah antisipasi perkelahian antar pelajar
20 January 2026 17:32 WIB
BNNK Pasaman Barat perketat pengawasan daerah perbatasan antisipasi masuknya narkotika
16 January 2026 17:14 WIB
PLTA Maninjau buka pintu bendungan antisipasi rumah terendam air Danau Maninjau
12 January 2026 19:28 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018