Padangpanjang, (ANTARA) - Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menyatakan proses pembangunan jalan tol Sumbar-Riau secara teknis masih menunggu Instruksi Presiden (Inpres). Gubernur Sumbar di Padangpanjang, Kamis, menyebutkan pembangunan jalan tersebut sudah merupakan bagian dari program pembangunan nasional, namun sampai saat ini masih terkendala karena secara finansial masih belum dianggap layak untuk dilakukan pembangunannya. "Kelayakan finansial tersebut merupakan alasan kenapa pembangunannya masih terkendala, namun pertimbangan pendukung adalah asumsi secara ekonomi sudah layak," kata dia. Dia mengatakan, untuk dapat tetap melakukan pembangunan jalan yang akan menghubungkan Provinsi Sumbar dan Riau tersebut memerlukan strategi lain yaitu dengan adanya Inpres sebagai dasar untuk pelaksanaannya. "Karena pembanguan tersebut secara finansial belum layak maka pemerintah menyiasatinya dengan mengeluarkan Inpres yang bertujuan sebagai penugasan oleh pemerintah kepada salah satu BUMN dalam pelaksanaannya," kata dia. Selain itu, dia mengatakan, BUMN yang akan melakukan pembangunan tersebut adalah PT Duta Karya dengan anggaran dari penyertaan modal baik dari APBD kabupaten/kota dan investor. "Pemerintah provinsi berperan melakukan pembebasan lahan, yang sampai saat ini pembebasan lahan sudah dilakukan 28 kilometer yang merupakan jalan yang akan dilakukan pada tahap pertama. Saat ini masih tertinggal sepanjang 4 kilometer terkendala karena masih ada lahan dan tanaman masyarakat yang belum tuntas," ujar dia. Lebih lanjut, dia mengatakan, terkait pelaksanaan pembanguna tersebut tahap pertama akan lebih berat karena melewati kawasan pemukiman penduduk, sedangkan untuk tahap selanjutnya tidak seberat itu lagi. (**/cpw/jno)