Mangupura, (Antara) - Belasan wisatawan mancanegara melakukan doa dan tabur bunga di depan altar monumen tragedi  kemanusiaan (Ground Zero) di Legian, Kuta, Kabupaten Badung,  mengenang 13 tahun peristiwa bom Bali, Senin.


         Wartawan Antara yang melakukan pemantauan di lokasi melaporkan, wisman datang ke monumen tragedi kemanusiaan itu dengan membawa karangan bunga serta berdoa  di lokasi bekas terjadinya bom yang menewaskan 202 korban, baik lokal  maupun wisatawan asing.


         Suasana berbeda tampak terlihat di areal  monumen Bom Bali, sejumlah pengunjung tampak membawa bunga dan berdoa di areal monumen .


         "Saya datang ke monumen  untuk melakukan  berdoa mengingat hari ini merupakan peringatan  peristiwa bom Bali  yang terjadi pada 12 Oktober 2002 yang menewaskan 202 orang," ujar Steve Douglas, seorang wisatawan asal Australia.


          Steve Douglas mengatakan, selain berdoa kedatangannya ke  monumen  Ground Zero sebagai tanda penghormatan untuk para korban yang tewas dalam tragedi Bom Bali tersebut.


          Sementara Rianti, seorang wisatawan domestik mengaku, peristiwa ini diharapkan jangan sampai terulang kembali karena dengan kejadian itu bisa berdampak pada pariwisata di Pulau Dewata.


         "Jangan sampai  ada kejadian seperti tragedi Bom Bali terulang kembali, saya harapkan pihak keamanan dapat bekerja secara maksimal untuk menjaga keamanan tidak hanya di Bali, tapi juga seluruh wilayah Indonesia," ujarnya.


         Bom Bali 12 Oktober 2002  merupakan peristiwa tragedi internasional yang menewaskan 202 jiwa, lebih dari 350 orang mengalami luka-luka, termasuk cacat tetap serta menghancurkan sejumlah bangunan di  Jalan Legian, Kuta.  


    Bom meluluhlantakkan Sari Club dan  Paddy's Club pada malam 12 Oktober 2002.  (*)