Ramallah, (Antara/Xinhua-OANA) - Istana Presiden Palestina pada Ahad (27/9) membantah laporan bahwa Menteri Luar Negeri AS John Kerry menentang pertemuan antara Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.


        Juru Bicara Presiden Palestina Nabil Abu Rudeineh mengatakan di dalam satu pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita resmi Palestina, WAFA, posisi Presiden Abbas sudah jelas.


        "Ia siap bertemu dan melanjutkan perundingan jika Netanyahu menghentikan kegiatan permukiman dan membebaskan kelompok keempat tahanan yang ditangkap sebelum persetujuan Oslo," kata pernyataan tersebut.


        Pada Agustus 2013, kabinet Israel menyetujui pembebasan sebanyak 104 tahanan, tapi semua tahanan itu akan dibebaskan dalam waktu enam sampai delapan pekan sesuai dengan kemajuan yang dicapai selama perundingan antara Israel dan Palestina.


        Surat kabar Israel, Haaretz, mengutip sumber tanpa identitas Palestina dan Israel yang mengatakan Kerry belum lama ini telah menghalangi pertemuan Abbas-Netanyahu.


        Di dalam edisinya pada Ahad, harian itu melaporkan Netanyahu telah mengirim surat kepada Abbas untuk mengusulkan pertemuan guna membahas cara melanjutkan pembicaraan perdamaian, kata Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin pagi.


        Haaretz menyatakan satu badan non-Amerika berusaha menyelenggarakan pertemuan itu. Ditambahkannya, Abbas telah setuju menghadiri pertemuan tersebut, tapi meminta agar Kerry diberitahu lebih dulu.


        Beberapa sumber koran itu menjelaskan Kerry telah meminta Abbas agar menunda pertemuan tersebut selama beberapa pekan, sampai setelah pertemuan yang dijadwalkan antara Kerry dan Presiden Palestina di New York, di sisi pertemuan tahunan Sidang Majelis Umum PBB.


        WAFA melaporkan pertemuan Kerry-Abbas diselenggarakan pada Sabtu (26/9) dan mereka membahas situasi regional dan perkembangan dalam proses perdamaian Timur Tengah. (*)