Lubuk Basung, (Antara) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam, Sumatera Barat mengeliminasi sebanyak 522 ekor anjing liar selama Januari sampai Juli 2015. 


"Eliminasi ini sebagai upaya mengurangi kasus gigitan anjing dan penyebaran wabah rabies," kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (Dispertahornakan) Kabupaten Agam, Farid Muslim di Lubuk Basung, Sabtu.


Ia mengatakan anjing liar yang dieliminasi tersebut tersebar di lima dari 16 kecamatan. Ke lima kecamatan itu yakni, Kecamatan Palembayan sebanyak 86 ekor, Ampek Nagari sebanyak 146 ekor, Tanjung Raya sebanyak 47 ekor, Lubuk Basung sebanyak 51 ekor dan Matur sebanyak 193 ekor.


"Ini masih data sementara, karena kita masih menunggu data dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Peternakan setiap kecamatan, karena racun telah kita sebar ke petugas," katanya.


Ia menambahkan, eliminasi anjing liar ini dilakukan pada malam hari oleh wali jorong yang diawasi oleh petugas. Anjing liar yang diberi racun itu akan diawasi sampai mati dan akan dikubur ke lokasi yang lebih aman.


"Eliminasi ini dilakukan karena banyaknya permintaan dari masyarakat yang sudah terganggu dengan banyaknya anjing liar dan tidak terurus berkeliaran di tengah permukiman masyarakat," katanya.


Atas permintaan itu, Dispertahornak kemudian menyiapkan tim bekerjasama dengan unsur terkait untuk turun melakukan eliminasi, tambahnya.


Pada 2015, Dispertahornak Kabupaten Agam menargetkan mengeliminasi sebanyak 1.500 ekor anjing liar.


Selain melakukan eliminasi, Dispertahornak juga melakukan eliminasi sebanyak 7.000 ekor anjing peliharaan. Ini sesuai dosis yang dianggarkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2015.


Ia mengatakan, pada 2015 kasus gigitan anjing liar sebanyak 30 kasus dan sembilan positif. 


Kasus gigitan anjing pada tahun ini lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada 2014 sebanyak 120 kasus gigitan dan 31 kasus positif rabies.


Sementara 2013 sebanyak 36 jumlah gigitan anjing dan 24 kasus positif rabies dan pada 2012 sebanyak 36 jumlah gigitan dan 20 kasus positif rabies. (*)