16 Tentara Myanmar Tewas Dalam Serangan Usir Pemberontak
Jumat, 17 April 2015 6:26 WIB
Yangon, (Antara/AFP) - Enam belas tentara Myanmar tewas dalam serangan besar untuk mengusir pemberontak dari puncak bukit strategis di timurlaut, yang berbatasan dengan Tiongkok, kata media pemerintah pada Kamis, saat pertempuran dengan suku pemberontak mendekati pekan kesepuluh.
Sejumlah tentara dan suku Kokang pemberontak tewas sejak kemelut meletus di wilayah terpencil negara bagian Shan pada 9 Februari, sementara puluhribuan orang lari melintasi perbatasan ke Tiongkok.
Serangan udara Myanmar sejak itu dilakukan ke wilayah Tiongkok, menewaskan beberapa warga dan memicu kecaman dari Beijing, yang segera mengerahkan jet tempur.
Kemelut itu juga dibayangi tawaran luas untuk mengamankan gencatan senjata dengan sejumlah kelompok pemberontak lain -tidak termasuk Kokang- saat negara tersebut menuju pemilihan umum terobosan sesudah berdasawarsa pemerintahan tentara.
"Enam belas tentara dan petugas dari (tentara Myanmar) Tatmadaw menyerahkan nyawa mereka bagi negara dan 110 tentara serta petugas lain terluka," kata laporan pada Kamis di suratkabar berbahasa Burma kelolaan negara "The Mirror".
Tentara ikut dalam gerakan 10 hari, yang berakhir pada Rabu, merebut puncak bukit kunci dan menghancurkan puluhan persembunyian pemberontak, katanya.
Koran itu menambahkan bahwa dua mayat pemberontak Kokang ditemukan bersama senjata kecil dan berat. Juru bicara pemberontak belum dapat dihubungi pada Kamis untuk memberikan tanggapan.
Wilayah Kokang diselimuti keadaan darurat, yang diberlakukan pada hari setelah pertempuran tersebut pecah.
Media kelolaan pemerintah Myanmar merinci perkembangan harian kemelut dengan Tentara Persekutuan Demokratik Bangsa Myanmar (MNDAA), kelompok pemberontak utama dari Kokang, yang berbahasa Tiongkok.
Tapi, keterangan menghilang dalam beberapa pekan belakangan saat pertempuran berlangsung terus.
Terdapat pula angka belum jelas untuk jumlah warga tewas atau terluka di daerah terpencil dan keras itu, sementara jalur kemanusiaan sangat terhambat oleh beberapa serangan terhadap iringan bantuan.
Pada bulan lalu, Presiden Myanmar Thein Sein memuji rancangan perdamaian bersejarah dengan sejumlah kelompok pemberontak untuk mengakhiri puluhan tahun perang saudara.
Meskipun Kokang tidak terlibat langsung dalam pembicaraan perdamaian, pertempuran saat ini memicu kecaman dari persekutuan kelompok pemberontak di meja perundingan, yang belum secara resmi mensahkan rancangan kesepakatan gencatan senjata tersebut.
Kelompok bersenjata suku lain, Tentara Pembebasan Bangsa Taang, yang bermarkas di negara bagian Shan, juga mendukung pemberontak Kokang, yang diusir dari Myanmar oleh tentara pada 2009 sebelum tiba-tiba kembali pada Februari. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Peringati HUT ke-80 TNI, Pemko bersama Kodaeral II Padang gelar kegiatan bakti sosial dan kesehatan
02 October 2025 18:16 WIB
Peringati HUT ke-80 TNI, Pemko dan Kodaeral II Padang akan gelar kegiatan bakti sosial
22 September 2025 19:39 WIB
Benarkah dugaan 2 eks tentara Israel kelola vila di Bali? Imigrasi lakukan cek
06 August 2025 22:37 WIB
Tentara yang ikuti operasi militer Rusia ternyata sudah dipecat karena disersi
10 May 2025 23:04 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018