Pariaman, (Antara) - Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), terus membangun infrastruktur jalan usaha pertanian untuk mempermudah petani mengangkut hasil usaha mereka, dan mengangkat nilai jual komoditi itu di pasaran. "Selama ini petani daerah itu mengeluarkan biaya besar untuk mengangkut hasil pertanian mereka, dengan adanya jalan ini biaya transportasi akan menjadi kurang," kata Sekretaris Dinas Pertanian Kota Pariaman, Benyamin di Pariaman, Selasa. Ia mengatakan, tahap pertama jalan pertanian yang akan dibangun baru sebatas timbunan atau pengerasan dengan batu koral, dan untuk tahap pengaspalan akan dikoordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum. Karena jalan ini untuk memperlancar usaha pertanian, maka program ini dinamakan Jalan Usaha Tani (JUT), katanya. Dengan adanya akses jalan ini masyarakat petani akan lebih optimal dalam berproduksi dan menggarap lahan mereka, karena hasilnya sudah mudah diangkut ke pasar. Jalan pertanian akan dibangun di Sungai Rotan Kecamatan Pariaman Timur, di Desa Padang Cakua, Kecamatan Pariaman Selatan, dan beberapa desa lain yang jadi prioritas pembangunan. "Pembangunan jalan ini merupakan hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) beberapa waktu lalu," kata dia. Pembangunan jalan ini akan dimulai pada Mei 2015, diperkirakan memakan biaya sekitar Rp800 juta dan murni menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Pariaman. Panjang jalan untuk satu desa mencapai 200 hingga 250 meter dengan lebar 2,5 meter. Pada 2014 Pemkot telah membangun jalan pertanian di Desa Tanjuang Saba, Kecamatan Pariaman Utara. Sejak jalan itu dibuka para petani dapat menghemat biaya angkut hasil pertaniannya. Ia menyebutkan tahun lalu sudah membangun jalan untuk petani di 10 desa di kota itu. (**/cpw11)