Sekjen PBB Luncurkan Panel Baru Tanggulangi Krisis Kesehatan
Jumat, 3 April 2015 13:30 WIB
PBB, New York, (Antara/Xinhua-OANA) - Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon pada Kamis (2/4) menunjuk satu panel untuk memberi saran guna memperkuat sistem nasional dan internasional untuk mencegah dan menangani krisis kesehatan masa depan.
Panel Tingkat Tinggi mengenai Reaksi Global bagi Krisis Kesehatan direncanakan mempertimbangkan pelajaran yang diperoleh dari reaksi terhadap wabah penyakit virus Ebola di Afrika Barat.
Ban telah menunjuk Presiden Tanzania Jakaya Mrisho Kikwete sebagai Ketua Panel tersebut, kata Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat siang. Anggota lain Panel itu meliputi tokoh dari Brazil, Swiss, Indonesia, Botswana dan Amerika Serikat.
Dalam melaksanakan pekerjaannya, Panel tersebut akan melakukan sejumlah konsultasi, termasuk dengan wakil dari masyarakat dan negara yang terkena dampak, sistem PBB, lembaga keuangan bilateral dan multilateral dan bank pembangunan regional, Organisasi Non-Pemerintah, negara yang mengukung upaya pemberian tanggapan, negara lain anggota, penyedia perawatan kesehatan, sivitas akademika dan lembaga penelitian, sektor swasta serta ahli lain.
Panel itu akan menyelenggarakan pertemuan pertamanya pada awal Mei dan direncanakan menyerahkan laporan akhirnya paling lambat pada akhir tahun kepada Ban. Selanjutnya Sekretaris Jenderal PBB tersebut akan membuat laporan kepada Sidang Majelis Umum, dan melakukan tindakan lebih lanjut jika cocok. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Agam bebaskan PBB-P2 wajib pajak terdampak bencana hidrometeorologi
11 February 2026 10:27 WIB
Tempo Doeloe - Moh Yamin dan Luat Siregar tentang Keanggotaan Indonesia dalam PBB
04 February 2026 21:25 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018