Jakarta, (Antara) - Korp Alumni Komite Nasional Pemuda Indonesia (KA-KNPI) menyatakan komitmennya untuk siap mengawal program pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla yang berpihak (pro) kepada rakyat. "KA-KNPI melalui program-programnya bertekad untuk berkontribusi dalam menciptakan situasi aman dan damai, dengan selalu berusaha membangun kebersamaaan," kata Ketua Umum KA-KNPI, Aziz Syamsuddin, dalam deklarasi KA-KNPI di Jakarta, Senin malam. Hadir pada deklarasi tersebut sejumlah menteri kabinet antara lain, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, dan Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly. Hadir juga Pelaksana tugas (Plt Kapolri) Komjen Pol Badrodin Haiti, Ketua Umum Partai Golkar hasil Munas Bali Aburizal Bakrie, Ketua DPR RI Setya Novanto, dan mantan Ketua Umum DPP KNPI Abdullah Puteh. Tak ketinggalan pula sejumlah Anggota DPR RI, antara lain Umar Arsal (FPD), Nasir Djamil (FPKS), Herman Herry (FPDIP), Michael Wattimena (FPD) Ahmad Riza Patria (FGerindra), Novita (FGerindra), Masinton (FPDIP), dan Benny K Harman (FPD). Menurut Aziz Syamsuddin, KA-KNPI dibentuk sebagai wadah berhimpun para alumni pengurus KNPI yang menjadi kader di sejumlah partai politik untuk membangun Indonesia menjadi lebih baik lagi. Melalui wadah KA-KNPI ini, kata dia, para penggagas, pendiri, dan pengurus KA-KNPI bertekad untuk membantu program pemerintah yang sejalan dengan visi dan misi KA-KNPI. "Meskipun pengurus KA-KNPI berlatar belakang dari sejumlah partai politik, tapi kami tidak membicarakan persoalan politik," kata Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi Golkar ini. Secara seloroh Aziz juga berharap kalau KA-KNPI dapat menjadi wadah silaturahmi untuk menyelesaikan berbagai kegaduhan politik yang terjadi saat ini. "Saya mengajak seluruh elemen bangsa untuk duduk bersama bermusyawarah untuk meringankan beban pemerintah. Itupun kalau ketua DPR menyetujuinya," ujarnya berseloroh. Sementara itu, Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, yang juga mantan Ketua Umum KNPI menyatakan banyak elite politik yang sebelumnya berkarir di KNPI. Tjahjo juga menyatakan beruntung aktif di KNPI hingga memiliki karir seperti saat ini. Menurut dia, KNPI dapat dikatakan sebagai mesin penghasil kader bagi partai politik, karena anggota KNPI diberi kebebasan untuk bergabung dengan partai politik manapun. "Saya dulu di Partai Golkar dan setelah gagal menjadi Sekjen Partai Golkar, saya diajak Pak Taufik Kiemas bergabung di PDI Perjuangan," katanya. (*/sun)