Payakumbuh, (Antara) - Pemerintah Kota (Pemkot) Payakumbuh, Sumatera Barat (Sumbar) menggelar pelatihan adat bagi masyarakat setempat untuk meningkatkan wawasan serta program dan fungsi "ninik mamak" dan "bundo kanduang". "Peserta sebanyak 76 orang berasal dari unsur ninik mamak, bundo kanduang dan pengurus LKAAM Kota Payakumbuh yang diutus Kerapatan Adat Nagari (KAN)yang tersebar di lima kecamatan di Payakumbuh," kata Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setdako Payakumbuh, Yonrefli di Payakumbuh, Selasa. Menurut dia, kegiatan pelatihan adat tersebut akan berlangsung selama dua hari, 10 - 11 Maret. Dia mengatakan, tujuan dilaksanakan pelatihan adat ini adalah untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan serta peran dan fungsi "ninik mamak" dan "bundo kanduang" di tengah-tengah masyarakat dalam Kota Payakumbuh. Acara yang digelar di aula kantor bersama Jl.Pahlawan Sawah Padang itu dibuka oleh Asisten II Amriul Dt.Karayiang. Hadir dalam kesempatan itu, Ketua LKAAM Kota Payakumbuh diwakili Dt.Tan Mamat dan empat orang nara sumber yaitu dua dari Provinsi masing-masing Daulat Rajo Alam Pagaruyuang Prof. Dr. Taufik Thayib dan Tuan Gadih Pagaruyuang Prof. Dr. Puti Reno Raudha Thaib. Sedangkan dua nara sumber lainnya dari Kota Payakumbuh M.Yanis Dt. Rajo Indo Nan Mamangun dan Raden Awaluddin Dt. Panduko Alam dari Tanjung Pati Lima Puluh Kota. Asisten II Amriul Dt. Karayiang menyebutkan pelatihan adat ini bukan berarti para "ninik mamak" dan "bundo kanduang" tidak memahami tentang adat namun dimaksudkan untuk meningkatkan wawasan juga untuk menerima masukan berupa persoalan adat yang ditemui di tingkat nagari (desa adat). "Persoalan itu bisa dibahas dalam pelatihan ini sehingga nanti bisa dijadikan sebagai masukan bagi pemkot dalam membuat program kerja kedepannya," kata dia. (*/mko)