Dede Yusuf: Jangan Nikah Muda
Sabtu, 28 Februari 2015 10:34 WIB
Cirebon, (Antara) - Ketua Komisi IX DPR RI, Dede Yusuf meminta para pelajar di seluruh Indonesia untuk tidak menikah dalam usia muda dan menyelesaikan pendidikannya hingga tuntas.
"Jangan nikah muda, sukseskan program pendewasaan usia perkawinan, selesaikan pendidikan hingga tuntas, setinggi-tingginya," kata Dede Yusuf di Cirebon, Jawa Barat, Sabtu pagi.
Dia mengatakan hal tersebut pada acara Generasi Berencana (GenRe) Goes To School di SMAN 6 Cirebon yang diselenggarakan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
Dede mengatakan usia pernikahan ideal adalah perempuan minimal 21 tahun dan laki-laki 25 tahun.
Dia mengatakan, program GenRe diharapkan bisa menjauhkan remaja dari berbagai problematika seperti narkoba, HIV/AIDS dan seks bebas.
Selain itu, kata Puan, program GenRe secara tidak langsung akan menunda usia pernikahan dini.
Acara tersebut juga dihadiri oleh Pelaksana Tugas (PLT) Kepala BKKBN Ambar Rahayu.
Ambar mengatakan, program GenRe terus diintensifkan pada tahun 2015 dengan memperbanyak pembentukan Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja dan Mahasiswa.
Sementara itu, Deputi Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN Sudibyo Alimoeso mengatakan GenRe yang dikembangkan BKKBN merupakan program untuk menjawab tantangan dan masalah remaja terutama menyangkut kesehatan reproduksinya.
Program GenRe diharapkan dapat mendukung agenda prioritas pembangunan atau Nawa Cita khususnya agenda peningkatan kualitas hidup manusia yang dimulai dari remaja. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Penyaluan bansos tahap pertama tetap melalui bank Himbara dan Pos Indonesia
23 January 2026 23:24 WIB
Kepala LPP TVRI Sumbar paparkan ketentuan informasi publik dalam konteks digital
04 December 2025 19:21 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018