DK PBB Tekankan Pemilu yang Dipercaya di Burundi
Kamis, 19 Februari 2015 8:23 WIB
PBB, New York, (Antara/Xinhua-OANA) - Dewan Keamanan (DK) PBB pada Rabu (28/2) menekankan "sangat perlunya pemilihan umum yang bebas, transparan, dapat dipercaya, melibatkan semua pihak dan damai" di Burundi pada 2015.
DK PBB menyatakan, "Kemajuan besar (di negeri itu) tak boleh berubah."
Dewan dengan 15 anggota tersebut, dalam satu pernyataan presiden yang dikeluarkan setelah pertemuan mengenai Burundi, mengatakan, "Dewan Keamanan menyambut baik kemajuan besar yang dicapai oleh Burundi sejak pengesahan Kesepakatan Arusha pada 2000, terutama dalam pemulihan keamanan dan kestabilan di negeri itu."
"Dewan Keamanan menyatakan masih tantangan yang harus diatasi guna menjamin kemajuan besar tak berubah, terutama dalam konteks pemilihan umum 2015," kata pernyataan DK PBB tersebut, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis pagi.
"Sehubungan dengan ini, Dewan Keamanan menekankan sangat perlunya pemilihan umum yang bebas, transparan, dapat dipercaya, melibatkan semua pihak dan damai pada 2015 dan memberi perhatian bagi proses semacam itu."
Burundi dijadwalkan menyelenggarakan pemilihan anggota dewan legislatif pada 26 Mei, lalu diikuti oleh pemilihan presiden pada 26 Juni dan pemilihan senator pada 24 Agustus.
Salah satu sisi unik dari pemilihan umum 2015 di Burundi ialah proses tersebut akan dipantau oleh pengamat pemilihan umum PBB sejalan dengan resolusi Dewan Keamanan.
"Dewan Keamanan menyambut baik keterlibatan terus-menerus mitra regional dan internasional, dalam mendukung agenda pembaruan dan proses pemilihan umum di Burundi," kata pernyataan tersebut.
"Dewan Keamanan menyampaikan keprihatinannya sehubungan dengan peristiwa belum lama ini yang terjadi di Provinsi Cibitoke, dengan keras mengutuk upaya untuk mengobarkan kerusuhan bagi tujuan politik, dan menegaskan pentingnya untuk menjamin kelancaran proses pemilihan umum damai."
Pertempuran yang terjadi di Provinsi Cibitoke, Burundi, di dekat perbatasan dengan Republik Demokratik Kongo (DRC) menewaskan 99 orang, kata juru bicara Angkatan Darat Burundi pada awal Januari.
Pada awal Februari, sedikitnya 20 pria bersenjata menyerang satu sekolah di Gasenyi di Buganda, Provinsi Cibitoke, 50 kilometer di sebelah barat Ibu Kota Burundi, Bujumbura, kata beberapa laporan.
"Dewan Keamanan menyampaikan keprihatinannya yang mendalam sehubungan dengan banyaknya korban yang dilaporkan akibat peristiwa ini, sangat menantikan hasil dari penyelidikan tak memihak oleh Pemerintah Burundi, dan menekankan perlunya bagi proses yang independen dan tak memihak, yang dipimpin oleh lembaga nasional yang kompeten," kata pernyataan tersebut. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Agam bebaskan PBB-P2 wajib pajak terdampak bencana hidrometeorologi
11 February 2026 10:27 WIB
Tempo Doeloe - Moh Yamin dan Luat Siregar tentang Keanggotaan Indonesia dalam PBB
04 February 2026 21:25 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018