Utusan PBB Bahas untuk Akhiri Krisis Yaman
Selasa, 27 Januari 2015 8:59 WIB
PBB, AS, (Antara/AFP) - Utusan Perserikatan Bangsa Bangsa Jamel Benomar Senin bertemu dengan para pemimpin milisi Syiah Yaman, yang dikenal sebagai Huthi, yang merebut istana presiden pekan lalu, yang memperosokkan negara Arab miskin itu ke krisis lebih dalam.
Pertemuan itu di antara serangkaian pembicaraan yang diplomat Maroko selenggarakan di di Sanaa untuk mencoba menengahi kesepakatan setelah Presiden Abdrabuh Mansur Hadi yang didukung Barat mengundurkan diri, kata juru bicara PBB Stephane Dujarric kepada wartawan.
"Dia telah mengadakan dan memimpin rapat harian dengan 16 partai politik dalam rangka membangun konsensus ke depan," kata Dujarric.
Benomar penjelasan Dewan Keamanan dengan video link dari Sanaa, mengatakan kepada 15 anggota bahwa negara berada di tepi jurang, dengan Huthi tegas mengendalikan Sanaa, menurut dua diplomat yang menghadiri rapat itu.
Benomar mengatakan Hadi dan kabinetnya efektif berada di bawah tahanan rumah dan bahwa kekerasan bisa meletus setiap saat, tetapi ia menambahkan bahwa kesepakatan pembagian kekuasaan "mungkin" saja terjadi, kata diplomat itu.
Utusan itu juga berhubungan dengan negara-negara Teluk yang telah keluar dari dukungan kuat terhadap Hadi, yang pengunduran dirinya pada Kamis masih harus didukung oleh parlemen.
Krisis telah menimbulkan kekhawatiran bahwa Yaman, yang terletak di sebelah Arab Saudi yang kaya minyak, bias dinyatakan menjadi negara gagal. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Agam bebaskan PBB-P2 wajib pajak terdampak bencana hidrometeorologi
11 February 2026 10:27 WIB
Tempo Doeloe - Moh Yamin dan Luat Siregar tentang Keanggotaan Indonesia dalam PBB
04 February 2026 21:25 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018