DK PBB Kutuk Serangan Bus Listrik di Ukraina
Jumat, 23 Januari 2015 11:43 WIB
PBB, (Antara/AFP) - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa, termasuk Rusia, mengutuk keras penembakan "tercela" Kamis atas bus listrik di Ukraina timur dan mengatakan mereka yang bertanggung jawab harus dibawa ke pengadilan.
Setidaknya 13 orang sebagian besar orang tua tewas ketika tembakan memukul bus listrik di kubu pemberontak pro-Rusia, Donetsk, dalam serangan yang dicap Moskow sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.
Dalam satu pernyataan yang diadopsi oleh 15 anggota, dewan menyerukan "Investigasi obyektif" dan menggarisbawahi perlunya untuk "membawa pelaku tindakan tercela itu ke pengadilan."
Hal ini juga menegaskan kembali dukungan untuk perjanjian perdamaian Minsk yang dicapai pada September yang sekarang menjelang runtuh menyusul meningkatnya pertempuran antara pemberontak pro-Moskow dan pasukan pemerintah Kiev.
Lebih dari 5.000 orang telah tewas dalam perang sembilan bulan di Ukraina timur dan satu juta orang terpaksa meninggalkan rumah mereka dalam krisis kemanusiaan terburuk di Eropa sejak perang Balkan tahun 1990-an. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Agam bebaskan PBB-P2 wajib pajak terdampak bencana hidrometeorologi
11 February 2026 10:27 WIB
Tempo Doeloe - Moh Yamin dan Luat Siregar tentang Keanggotaan Indonesia dalam PBB
04 February 2026 21:25 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018