Migrant Care: Partisipasi TKI dalam Pemilu Rendah
Kamis, 27 Desember 2012 18:51 WIB
Jakarta, (ANTARA) - Analis Kebijakan dari LSM Migrant Care Wahyu Susilo mengatakan, tingkat partisipasi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri masih rendah, sekitar 10 sampai 11 persen dari total 1,4 juta yang terdaftar sebagai pemilih.
"Pada pemilu legislatif 2009, hanya 10 sampai 11 persen dari 1,4 juta TKI yang berpartisipasi," kata Wahyu di Jakarta, Kamis.
Data daftar pemilih terbanyak berada di Malaysia, yaitu sekitar 86.000 WNI, sementara untuk daftar pemilih paling sedikit berada di Arab Saudi.
Meskipun mayoritas TKI berada di Arab, jumlah pemilihnya sedikit sekali karena terganjal masalah tradisi di negara tersebut.
Kebanyakan majikan para TKI di Arab Saudi tidak mengijinkan mereka mendatangi kantor perwakilan RI di sana untuk melakukan hak pemungutan suara, terutama bagi perempuan TKI dan TKW.
"Di Arab, perempuan itu tidak boleh ikut pemilu, sementara mayoritas TKI kita di sana perempuan. Mengijinkan warga negaranya sendiri saja sudah susah, apalagi warga negara kita," jelasnya.
Oleh karena itu, menurut dia, sebaiknya ada peraturan teknis yang mengatur tentang proses pemungutan suara bagi TKI di sejumlah negara tertentu.
"Kalau di negara-negara yang terbuka, seperti Hong Kong dan Singapura, mereka bisa mendatangi langsung lokasi tempat pemungutan suara," kata dia.
Sementara itu, anggota Jaringan Diaspora Indonesia Robert Manan mengatakan bahwa kurangnya kesadaran WNI di negara asing dalam hal pemungutan suara disebabkan mereka tidak mengetahui kapabilitas wakil yang mereka pilih.
"Kami tidak tahu siapa yang kami pilih, seperti apa visi dan misi dia, dan apa yang diperjuangkan," kata WNI yang tinggal lama di Atlanta, di Jakarta, Kamis.
Hal itu menyebabkan para WNI di negara asing memilih calon anggota legislatif berdasarkan daerah asal yang sama dengan tempat tinggal mereka di Indonesia.
"Kalau kami dari Jawa Tengah, kami pilih caleg yang dari Jawa Tengah. Konyol sebenarnya, tapi memang kami tidak tahu siapa mereka juga," jelasnya.
Menurut data Migrant Care, pada 2010 tercatat sebanyak 6,5 juta WNI berada di luar negeri, yang 80 sampai 90 persen diantaranya merupakan buruh migran, sedangkan sisanya pekerja profesional, pelajar, pengusaha dan diplomat.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri mencatat sebanyak 4.694.484 WNI yang terdaftar sebagai data agregat pemilih untuk Pemilu 2014. Data tersebut juga telah diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk kemudian disaring lagi menjadi Data Penduduk Pemilih Potensial Pemilu (DP4). (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Fokus kembangkan pilar sosial, CSR Posyandu Home Care Elnusa Petrofinraih penghargaan gold di ajang TJSLdan CSRAward 2024
01 August 2024 15:36 WIB, 2024
Tangis Haru Janda Pejuang Kelistrikan Saat Program Srikandi Care Hadir
08 November 2023 14:36 WIB, 2023
Elnusa Petrofin luncurkan program dan kader CSR Posyandu home care di Banjarmasin
21 March 2023 8:12 WIB, 2023
USK luncurkan serum antipenuaan dari minyak nilam untuk produk skin care
01 December 2022 6:17 WIB, 2022
Revolusi Mental Remaja Bukik Sileh Cegah Stunting Lewat Aplikasi Premaritalcare
17 October 2021 6:30 WIB, 2021
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018