Turki Kutuk Teror, Desak Perangi Rasa Takut Islam
Kamis, 8 Januari 2015 10:25 WIB
Ankara, (Antara/AFP) - Turki pada Rabu mengutuk keras
"serangan teroris", yang menewaskan 12 orang di mingguan satir Prancis, tapi menyatakan Eropa juga harus melawan ketakutan akan Islam, yang kini kian meningkat.
"Kami mengucapkan belasungkawa kepada Prancis, teman dan sekutu kami pada hari sedih ini," kata Presiden Recep Tayyip Erdogan, dengan menambahkan bahwa ia berharap kelompok bersenjata di balik serangan itu diadili sesegera mungkin.
Dalam pernyataan, ia mendesak dunia bangkit melawan teror seperti di Prancis, terhadap ketegangan akibat sikap tak menenggang keragaman.
Pemimpin Turki itu secara tetap mencela yang ia lihat sebagai kebangkitan ketakutan akan Islam di Eropa, dengan menyebut kecenderungan tersebut ancaman besar seperti yang terjadi pada Selasa tersebut.
Perdana Menteri Ahmet Davutoglu menyatakan tidak ada hubungan Islam dengan kekerasan saat ia mengutuk serangan "teroris" di majalah "Charlie Hebdo", yang bertahun-tahun bertikai dengan umat Islam, yang menuduhnya menyerang agama mereka.
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu menyatakan terorisme dan peningkatkan takut Islam di Eropa saling berhubungan.
"Kita harus melawan peningkatan rasisme, xenofobia dan Islamofobia di Eropa, yang mengancam semua nilai kita. Kita juga harus berjuang melawan segala bentuk terorisme," kata Cavusoglu kepada wartawan di Ankara.
Menteri itu menyatakan Islam adalah agama damai, dengan menambahkan, "Bukanlah pendekatan tepat mengaitkan Islam dengan terorisme."
Pada bagian lain, Arab Saudi, rumah tempat tersuci Islam menyatakan pembunuhan atas 12 orang di mingguan satir Prancis pada Rabu tidak sesuai dengan agama Islam.
"Kerajaan Arab Saudi mengikuti dengan kesedihan mendalam serangan teroris di majalah Charlie Hebdo," kata kantor berita negara Saudi Press Agency, mengutip sumber resmi, yang tidak disebutkan namanya.
Sumber tersebut mengutuk serangan pengecut teroris itu, yang tidak sesuai dengan Islam.
Sementara itu, Paus Fransiskus menyatakan keji dan mengutuk serangan pada Rabu di Paris, dengan menyeru semua orang menghentikan penyebaran kebencian.
"Bapa Suci mengungkapkan kecaman kerasnya atas serangan mengerikan itu," kata pernyataan kepala juru bicara Vatikan Romo Federico Lombardi tentang serangan menewaskan 12 orang terhadap kantor majalah mingguan satir terkenal, yang mengejek Islam.
Fransiskus menyeru semua orang menentang setiap cara menyebarkan kebencian, karena sangat merusak dasar hidup berdampingan secara damai selain kebangsaan, perbedaan agama dan kebudayaan. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Aliansi Peradaban PBB kutuk pembakaran Al Quran di Swedia, sebut sebagai tindakan keji
24 January 2023 6:02 WIB, 2023
LPOI dan LPOK kutuk keras aksi pembakaran Al Quran oleh politisi Swedia
23 January 2023 16:37 WIB, 2023
Pakistan bergabung dengan negara-negara muslim kutuk serbuan Israel ke Masjid Al Aqsa
08 August 2022 13:49 WIB, 2022
Pasar Bawah Bukittinggi diduga sengaja dibakar OTK, Wako Erman Safar kutuk pelaku jika terbukti (Video)
24 November 2021 13:57 WIB, 2021
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018