AS Kecam Serangan Mematikan Libya Terhadap Tanker
Rabu, 7 Januari 2015 11:04 WIB
Washington, (Antara/AFP) - Amerika Serikat Selasa mengutuk serangan oleh pesawat Libya yang membom sebuah kapal tanker minyak di lepas pantai pelabuhan Derna yang dikuasai kelompok Islam, menewaskan dua anggota awak.
Awak - Yunani dan Rumania - tewas di kapal tercatat Liberia itu, kata Araevo.
Tanker itu dihantam Minggu setelah menimbulkan kecurigaan dengan menolak untuk berhenti untuk pemeriksaan kargo, menurut angkatan bersenjata di bawah pemerintah Libya yang diakui secara internasional.
"Kami sangat mengutuk pemboman 4 Januari atas kapal tanker minyak Yunani yang dioperasikan dekat Derna," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Jen Psaki dalam satu pernyataan.
"Eskalasi kekerasan berkelanjutan di Libya terhadap kepentingan komersil sipil lebih melebarkan konflik yang secara fundamental politik," katanya.
Lebih dari tiga tahun setelah diktator Moamer Gaddafi digulingkan dan dibunuh, negara itu tetap kebanjiran senjata dan milisi kuat, serta memiliki pemerintah dan parlemen yang bersaingan.
Pemerintah yang diakui secara internasional telah berlindung di
timur jauh Negara itu.
Kekerasan terus-menerus "mengancam integritas, persatuan, netralitas, dan independensi lembaga penting Libya, termasuk Perusahaan Minyak Nasional," kata Psaki.
"Amerika Serikat tetap berkomitmen untuk bekerja sama dengan masyarakat internasional untuk membantu rakyat Libya membangun sistem termasuk pemerintahan," tambah juru bicara itu. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Komisi IX DPR kecam kasus kekerasan seksual dokter PPDS Unpad di RSHS Bandung
10 April 2025 13:20 WIB
Palestina kecam Israel atas pemindahan paksa pasien ke RS Indonesia
29 December 2024 13:06 WIB, 2024
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018