Pariaman, (Antara) - Perpanjangan run way (landasan pacu) Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Ketaping, Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat (Sumbar) bakal tertunda pembangunannya di tahun 2015. "Pembangunan untuk perpanjangan runway BIM Tahun 2015 tertunda. Pasalnya, totalitas pergerakan pesawat di BIM masih terbilang sedikit dan belum terbilang padat," kata Direktur Komersial dan Kebandarudaraan PT Angkasa Pura II (AP II), Rinaldo J Aziz di Pariaman, Selasa. Ia menjelaskan, penambahan runway bisa dilakukan apabila aktivitas atau jumlah pergerakan pesawat di landasan cukup ramai. Setidaknya diatas 100 pergerakan tiap harinya. "Bila sudah begitu kami akan lakukan percepatan bandara. Sementara di BIM baru 60 pergerakan pesawat per harinya,"ungkapnya. Ia mengatakan, meski untuk runway belum ada penambahan di BIM, namun bukan berarti bandaran kebanggaan masyarakat Sumbar itu tidak dikembangkan. "Malah saat ini, pihak AP II sedang serius-seriusnya melakukan pembenahan 13 bandaran yang ada dibawah naungannya, termasuk untuk BIM," katanya. "Pembangunan besar-besaran bandara itu sudah kami lakukan sejak 2012 lalu. Progress sekarang adalah Bandaran yang ada di Jambi, Pangkal Pinang, Pontianak, Bandung dan Jakarta (Soetta)," katanya. Sedangkan bandaran yang sudah dibangun yakni bandara di Aceh, Kualanamu Medan, Pekanbaru dan Tanjung Pinang. Sedangkan pembangunan BIM akan segara dilakukan. "Adapun pembangunan yang dilakukan di BIM adalah penambahan bangunan atau terminal bandara. Hal itu untuk persiapan penampungan penumpang dan pesawat untuk 2 sampai 5 tahun ke depan," jelasnya. Untuk pembangunan atau percepatan di 13 bandara yang dikelola itu, AP II butuhkan dana sebesar Rp 30 triliun. "Mengingat pembanguna di semua bandara itu harus didanai sendiri, makanya kami ajukan pinjaman dana ke BII, kemudian disetujui dengan tahap awal sudah dikucurkan dana sebesar Rp 1,5 triliun pada tahun 2013 lalu," jelas Rinaldo J Aziz. Sementara itu ditempat terpisah, GM Angkasa Pura II, BIM Ketaping, Asep Supriana menyatakan, saat ini BIM masih menunggu soal pembangunan perpanjang runway. "Perpanjang runway BIM Ketaping itu merupakan keputusan pusat dan Kementerian Perhubungan, saat ini ,"katanya. Ia menjelaskan, walaupun landasan pacu BIM Ketaping panjang 2.750 meter namun masih mampu didarati pesawat Boeing 737, maupun Boeing 747 kapasitas 400 tempat duduk. "Beberapa maskapai penerbangan yakni Lion Air, telah melayani calon penumpang tujuan Umrah diberangkatkan dari BIM tujuan Jeddah, termasuk Garuda memberangkat para calon jemaah haji," ungkapnya. Berdasarkan data angkutan udara BIM, tambah Asep Supriana jumlah penumpang datang dan berangkat setiap tahun menunjukan peningkatan. "Tahun 2014 tercatat lebih kurang 2,6 juta penumpang baik datang maupun berangkat di BIM Ketaping," jelasnya. Ia menambahkan, persoalan ganti rugi lahan milik masyarakat untuk perpanjang runway BIM Ketaping, telah diselesaikan oleh Pemerintah Provinsi Sumbar. "Tidak ada persoalan lagi soal ganti rugi lahan, semua telah diselesaikan Pemprov.Sumbar," katanya. (*)