Presiden Maduro Ke Tiongkok Cari Bantuan Keuangan
Senin, 5 Januari 2015 9:49 WIB
Caracas, (Antara/AFP) - Presiden Venezuela Nicolas Maduro
memulai perjalanan ke Tiongkok dan negara-negara anggota OPEC pada Minggu sore untuk mencari dukungan keuangan, karena negaranya kesulitan akibat penurunan harga minyak dan ekonomi yang compang-camping.
Raksasa minyak Amerika Selatan itu menyatakan pada Selasa lalu bahwa mereka telah memasuki resesi, sementara inflasi tahunan melampaui 63 persen, memperburuk prospek untuk ekonomi yang sudah terpukul oleh kejatuhan harga minyak dan penurun impor global.
"Ini sebuah perjalanan yang sangat penting ... untuk menangani proyek-proyek baru guna mengatasi keadaan yang mempengaruhi negara kami, termasuk menipisnya pendapatan karena turunnya harga minyak," kata Maduro dalam pidato yang disiarkan radio dan televisi dari
istana kepresidenan Miraflores.
Maduro mengatakan dia akan membahas ekonomi, keuangan, energi, teknologi, pendidikan dan proyek-proyek pembangunan dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping.
Maduro telah diperkirakan akan mengumumkan langkah-langkah pertukaran untuk mengatasi masalah-masalah ini. Sebaliknya, Presiden mengumumkan pembentukan cadangan strategis, menunjuk dewan baru untuk entitas yang mengelola kontrol pertukaran mata uang dan menciptakan lembaga baru untuk mengontrol distribusi komoditas.
Harga minyak Venezuela telah menurun lebih dari 50 persen sejak Juni 2014, diperdagangkan pada 46,97 dolar AS pada akhir Desember.
Penurunan harga secara dramatis mengurangi pendapatan Venezuela, yang mendapat 96 persen dari mata uang asingnya dari ekspor minyak.
Tiongkok telah menyetujui pinjaman sebesar 42 miliar dolar AS untuk negara Karibia itu, dari jumlah itu telah dibayarkan 24 miliar dolar AS.
Selama kunjungannya, Maduro juga akan berpartisipasi dalam KTT antara Tiongkok dan Komunitas Negara-negara Amerika Latin dan Karibia atau CELAC, yang dijadwalkan pada 8 dan 9 Januari.
Pertemuan dengan produsen minyak lainnya
Pemimpin Venezuela itu akan menuju ke beberapa negara OPEC untuk "terus melakukan upaya-upaya di tingkat tertinggi untuk strategi memulihkan harga minyak," meskipun ia tidak merinci negara-negara yang ia akan kunjungi atau kapan.
Selama pertemuan OPEC pada November, Venezuela membuat upaya lobi yang akhirnya gagal untuk memangkas produksi sebagai cara membendung penurunan harga minyak.
Maduro, yang memulai 2015 dengan peringkat popularitas terendah sejak ia berkuasa hampir setahun yang lalu, mengumumkan awal pekan ini bahwa pemerintah akan menerapkan "program pemulihan ekonomi," meskipun ia tidak merinci upaya-upaya dari rencananya.
Venezuela diperkirakan memiliki cadangan minyak terbesar di dunia tetapi tergantung pada impor untuk barang-barang pokok, termasuk makanan dan obat-obatan. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Setelah upaya kudeta, Maduro tampil bersama menteri pertahanan di televisi
01 May 2019 9:52 WIB, 2019
Presiden Venezuela saksikan parade militer perangkat keras buatan Rusia
28 January 2019 10:13 WIB, 2019
Venezuela kutuk campur tangan AS untuk menggulingkan Nicolas Maduro
10 September 2018 6:21 WIB, 2018
Setelah terpilih kembali, presiden Venezuela Maduro hadapi kecaman luar negeri
22 May 2018 5:56 WIB, 2018
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018