PBB, New York, (Antara/Xinhua-OANA) - PBB pada Selasa (30/12) melaporkan serangan oleh Tentara Perlawanan Tuhan (LRA) di Republik Afrika Tengah (CAR) selama satu pekan belakangan, dan mengatakan misinya telah menghadapi serangan tersebut. Pada 22 Desember, sebanyak 11 unsur bersenjata LRA bergerak memasuki Desa Moussa di Prefektur Mbomou, CAR Tenggara, dan menyandera beberapa warga desa serta melukai beberapa orang lagi, kata laporan yang diterima oleh Misi Stabilisasi Terpadu Banyak Dimensi PBB di Republik Afrika Tengah (MINUSCA). Personel MINUSCA di Rafai menanggapi dengan bergerak memasuki daerah tersebut, sehingga anasir LRA melarikan diri dan meninggalkan semua sandera, kata laporan tersebut, sebagaimana dilaporkan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu pagi. Hari berikutnya, MINUSCA menerima laporan bahwa anasir LRA, yang diduga adalah kelompok yang sama, menyerang Desa Dabiapali, lima kilometer dari Moussa. Kelompok itu dilaporkan menyandera enam orang dan melarikan diri ke arah Zemio, kata satu siaran pers PBB. LRA, yang dibentuk pada 1980-an di Uganda, selama lebih dari 15 tahun telah mengarahkan serangannya terutama terhadap pasukan keamanan dan warga sipil Uganda, yang mengusirnya pada 2002. Kelompok tersebut kemudian melancarkan kegiatannya ke negara tetangga Uganda. Awal Desember, Dewan Keamanan PBB menyampaikan keprihatinannya mengenai "situasi keamanan yang sangat buruk di beberapa bagian Afrika Tengah". DK PBB juga kembali menyampaikan pengutukan kerasnya terhadap "serangan yang mengerikan, kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan" yang dilancarkan oleh LRA di wilayah itu. MINUSCA memulai operasi pada September 2014, dengan mandat yang dipusatkan pada perlindungan warga sipil dan memfasilitasi proses politik, termasuk pelaksanaan ketentuan dalam Kesepakatan mengenai Penghentian Permusuhan, dan membentuk mekanisme untuk menyelidiki pelanggaran. (*/sun)