Usul Pemilihan Langsung PM Thailand Ditolak
Rabu, 24 Desember 2014 7:53 WIB
Bangkok, (Antara/Xinhua-OANA) - Komite Penyusun Undang-Undang Dasar Thailand (CDC) pada Selasa (23/12) menolak usul untuk secara langsung memilih perdana menteri dan anggota kabinet, dengan alasan resiko yang mungkin muncul.
CDC bertekad untuk menyusun sistem parlementer yang telah digunakan di Thailand. Dalam sistem tersebut, perdana menteri itu dipilih oleh anggota terpilih parlemen, kata Wakil Ketua CDC Suchit Bunbongkarn sebagaimana dikutip Bangkok Post.
Tak perlu beralih ke sistem yang tak dikenal, sebab sistem parlemen yang sudah lama berjalan masih dapat membantu menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan pemilihan umum, kata Suchit, sebagaimana diberitakan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu pagi.
Usul tersebut sebelumnya disahkan oleh Komite Pembaruan Politik di bawah Dewan Pembaruan Nasional.
Dalam perkembangan yang berkaitan, Wakil Perdana Menteri Wissanu Krea-ngam pada Selasa mengatakan Thailand paling cepat akan menyelenggarakan pemilihan umum pada Februari 2016.
Namun jika satu referendum akan diselenggarakan mengenai undang-undang dasar baru, pemilihan umum tampaknya akan ditunda menjadi Mei 2016, tambah Wissanu. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Deklarasi Damai Pilwana 2025: Pesisir Selatan sepakat wujudkan pemilihan badunsanak dan berintegritas
08 December 2025 13:50 WIB
Pemkab Pasaman Barat tegaskan pelaksanaan pemilihan wali nagari secara e-voting
18 November 2025 19:02 WIB
Gubernur Mahyeldi dipercaya pimpin sidang Pemilihan Ketua Umum APPSI Periode 2025-2029
23 October 2025 15:26 WIB
BPJS Kesehatan Cabang Solok Gelar Pemilihan Duta Muda untuk Dukung Program JKN
05 October 2025 19:19 WIB
Pasaman Barat pastikan pemilihan wali nagari serentak dengan e-voting pada 2026
01 September 2025 19:10 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018