Pemerintah Benahi Layanan di Perbatasan
Sabtu, 20 Desember 2014 14:58 WIB
Atambua, (Antara) - Pemerintah mulai 2015 akan membenahi fasilitas dan kualitas layanan di perbatasan termasuk imigrasi, bea cukai, pengamanan dan karantina.
"Sekarang kita tinggal memperbaiki sisi-sisi pelayanan di perbatasan baik bea cukai, karantina kemudian kepolisian dan kesehatan," kata Presiden Joko Widodo usai meninjau kondisi fasilitas di perbatasan RI-Timor Leste di Atambua, Sabtu.
Kepala negara menambahkan, "semua harus terintegrasi dalam satu atap dan satu pintu namun yang paling penting masyarakat merasa terlayani dengan baik yang keluar maupun yang masuk ini yang akan kita lihat dan tahun depan akan kita ubah total."
Selain fasilitas di perbatasan dan juga layanan terkait lalu lintas masyarakat antara RI-Timor Leste, Presiden juga menegaskan rencana pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat yang berada di perbatasan.
"Tadi kan lihat sendiri memang terutama di pinggir memang kurang terperhatikan dan ini yang akan kita mulai lakukan persiapan (proses pembenahan-red)," tegasnya.
Presiden Joko Widodo mengatakan anggaran untuk pengembangan daerah perbatasan sebetulnya besar namun karena terpecah untuk 27 kementerian sehingga kerap kali kurang fokus.
"Itu yang akan kita ubah, kita ingin fokus dan anggarannya juga difokuskan ke fisik dahulu, ketika rampung baru masuk ke sistem pelayanan," katanya.
Presiden bertolak dari Kupang menuju Atambua dengan menggunakan helikopter angkatan udara untuk meninjau langsung kondisi di kawasan itu. Kemudian kembali ke Kupang. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018