Padang, (Antara) - sebanyak 70 Mahasiswa Universitas Bung Hatta (UBH) Padang, Sumatera Barat, mengikuti pelatihan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM-TD) untuk menambah wawasan secara non akademis tentang pemahaman dasar keterampilan manajemen berorganisasi yang kreatif, solutif dan humanis serta berwawasan ke-Bung Hatta-an. Gubernur BEM-FIB Rafiq Ismailadan di Padang, Sabtu, mengatakan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (BEM-FIB) Universitas Bung Hatta menggelar Latihan Ketrampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM-TD), selama dua hari mulai dari tanggal 13 sampai 14 Desember 2014 di ruang theater gedung III Kampus II UBH, Aie Pacah, Kecamatan Koto Tangah. Kegiatan tersebut, imbuhnya, diperuntukkan untuk mengoptimalisasi individu dalam berorganisasi. Kemudian untuk menjawab tantangan saat ini terkait gerakan mahasiswa yang masih apatis dan masih tergolong euforia. "Kegiatan terencana ini selain merupakan program BEM juga untuk membantu para mahasiswa agar mereka memiliki pengetahuan, sikap dan ketrampilan yang bersifat ilmu non akademis sehingga mampu mengimplementasikan dalam dunia gerakan mahasiswa dan juga individunya," terangnya. Para pemateri kegiatan tersebut, katanya, merupakan aktivis-aktivis mahasiswa yang telah melalang buana dalam gerakan perjuangan mahasiswa baik di tingkat daerah dan nasional, dan yang telah memiliki pengalaman memadai dalam hal pemanduan LKMM, Metode LKMM tersebut ialah berbentuk seminar, analisis kasus dan simulasi, dengan materi yang disampaikan terdiri teknik komunikasi, filosofi kepemimpinan, manajemen aksi dan massa aksi, teknik pembuatan proposal, sejarah nilai-nilai pergerakan mahasiswa, manajemen iven dan teknik sidang dan simulasi. Sementar itu, Ketua pelaksana Indra Tanjung mengemukakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu tolak ukur untuk melahirkan para proklamator muda di Universtas Bung Hatta berdasarkan wawasan kebunghataan seiring dengan perkembangan zaman. Terutama dalam menanggapi isu populis yang berkembang ditengah-tengah masyarakat baik daerah dan nasional. "Seperti manajemen aksi dan massa yang dipaparkan aktivis gerakan mahasiswa Sumbar bung Kariadil Harefa, sangat inspiratif dan membuat para peserta menganalisis kasus atau isu yang berkembang, kemudian diterjunkan lewat aksi massa damai," katanya. Aktivis mahasiswa UBH Padang, Kariadil Harefa menyebutkan bahwa perlunya pengkaderan dalam organisasi terutama di dalam kelembagaan kampus. Sebab, merekalah sentra dan kontrol sosial dengan peliknya persoalan negeri yang tak kunjung terhenti. "Ini tentunya berbicara dengan klasifikasi, ukuran dan implementasi gerakan mahasiswa ke ranah organisasi dan aksi, sebab dunia mahasiswa adalah dunia intelektual. Lahir dari proses pembelajaran secara teori dan praktek yang seimbang, yang didapatkan dari ranah akademis dan non akademis (kurikuler dan ekstra kurikuler)," katanya. Intelektualitas mahasiswa diwujudkan dalam bentuk kesadaran akan peran dan posisi sebagai mahasiswa dalam hidup bermasyarakat dan bernegara yang dilaksanakan dengan membangun dan mengimplementasikannya sebagai gerakan-gerakan mahasiswa yang nyata, jelasnya. Gerakan mahasiswa yang dibangun dan diimplementasikan adalah gerakan mahasiswa yang berorientasi pada politik kerakyatan bukan politik kekuasaan, gerakan yang integral dengan gerakan pemuda. Kegiatan tersebut akan berakhir Minggu (14/12) sekaligus evaluasi dan simulasi materi yang telah didapatkan dari para pemateri.(stn/jno)