Utusan PBB-Pemberontak Suriah Rundingkan Gencatan Senjata
Selasa, 9 Desember 2014 13:21 WIB
Beirut, (Antara/AFP) - Utusan perdamaian PBB Staffan de Mistura bertemu Senin dengan para anggota oposisi Suriah untuk membicarakan rencananya "menghentikan" perang di kota Aleppo yang porak poranda akibat perang, kata juru bicaranya.
"Perundingan itu dimulai Senin pukul 11.00 waktu setempat (16.00 WIB) dan berlangsung delapan jam dengan wakil-wakil dari kelompok-kelompok bersenjata utama dan yang tidak bersenjata," kata Juliette Touma kepada AFP.
"Kami telah bertemu dengan mereka secara terpisah di Gaziantep," Turki selatan, katanya dan menambahkan bahwa delegasi PBB itu terdiri empat orang termasuk de Mistura.
Utusan PBB pertama mengungkapkan rencananya bagi gencatan senjata di Aleppo pada Oktober,memujinya sebagai satu jalan bagi bantuan yang sangat diperlukan bagi bekas kota penting ekonomi itu .
Pemerintah Suriah mengatakan pihaknya akan "mempelajari" usul itu.
Surat kabar Al-Watan, yang dekat dengan pemerintah Presiden Bashar al-Assad, Senin memberitakan pemerintah menginginkan gencatan senjata terbatas di kota Aleppo, sementara pemberontak ingin memperluasnya sampai ke tempat perlintasan perbatasan dengan Turki,Bab al-Hawa.
Touma menolak memberi komentar mengenai laporan itu, dengan mengatakan "rencana itu sedang dibicarakan dan kami tidak tahu sampai sekarang apakah perbatasan-perbatasan itu dibicarakan".
Aleppo terbagi dua antara pemerintah yang menguasai bagian barat sementara pemberontak daerah timurnya segera setelah perang dimulai di sana pertengahan tahun 2012.
Pasukan pemerintah kini telah mengepung sebagian besar daerah yang dikuasai pemberontak bagian timur kota itu, mengancam terputusnya jalur pasokan oposisi yang tersisa di utara dan mengepung daerah permukiman yang berada dalam kekuasaan mereka.
Di Gaziantep, tindakan-tindakan keamanan meningkat saat pertemuan itu sedang berlangsung.
Di antara kelompok-kelompok itu yang bertemu dengan de Mistura itu adalah pemberontak yang diwakili Qais Sheikh, kepala Dewan Komando Revolusioner (RCC), satu koalisi dari belasan kelompok oposisi moderat dan Islam.
"Semua saudara di Aleppo telah menyetujui Qais Sheikh sebagai wakil mereka," kata Sobhi al-Rifai, kepala biro eksekutif itu. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Agam bebaskan PBB-P2 wajib pajak terdampak bencana hidrometeorologi
11 February 2026 10:27 WIB
Tempo Doeloe - Moh Yamin dan Luat Siregar tentang Keanggotaan Indonesia dalam PBB
04 February 2026 21:25 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018