Personel Misi PBB Diperiksa Positif Tertular Ebola di Liberia
Jumat, 5 Desember 2014 14:49 WIB
PBB, New York, (Antara/Xinhua-OANA) - Misi PBB di Liberia (UNMIL) pada Kamis (4/12) mengatakan seorang anggota personel militernya telah diperiksa positif tertular Penyakit Virus Ebola, kata seorang juru bicara PBB kepada wartawan di Markas PBB.
Juru bicara itu menambahkan personel tersebut menjalani perawatan di satu Unit Perawatan Ebola di Monrovia, Ibu Kota Negara Afrika Barat.
Dalam taklimat harian kepada pers di Markas PBB, New York, Stephane Dujarric mengatakan pemimpin Misi itu, Karin Landgren, pada Kamis, berkata, "UNMIL telah melakukan tindakan segera guna mencegah penularan lebih lanjut."
Liberia adalah salah satu dari tiga negara di Afrika Barat yang paling parah dilanda wabah Ebola awal tahun ini. Dua negara yang lain adalah Sierra Leone dan Guinea.
"Sejalan dengan protokol ajek Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tim medis UNMIL telah melancarkan pelacakan kontak segera dan kuat bahwa semua orang mengadakan kontak dengan orang itu saat ia mengalami gejala telah diperiksa dan dikarantinakan," kata Dujarric.
"Enam-belas kontak telah diidentifikasi setakat ini," kata Dujarric, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat siang. "Semua daerah tempat orang tersebut diketahui pernah berada saat mengalami gejala sekarang telah didekontaminasi."
"Itu adalah kasus Ebola ketiga pada Misi tersebut --satu kasus sebelumnya dikonfirmasi dan dan satu kasus lagi yang masih dugaan, yang tak bisa dikonfirmasi, keduanya mengakibatkan kematian anggota staf itu masing-masing pada 13 Oktober dan 25 September," kata juru bicara tersebut.
Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB mengenai Ebola David Nabarro berada di Bamako, Mali, pada Rabu (3/12). Ia membahas situasi saat ini dan tindakan yang dilakukan selama serangkaian pertemuan dengan presiden Mali, menteri kesehatan dan kesehatan masyarakat, dan wakil lain pemerintah, serta Misi PBB bagi Reaksi Darurat Ebola (UNMEER) di Mali Dr. Ibrahima Soce Fall --Wakil Misi Stabilisasi Terpadu Banyak Dimensi di Mali (MINUSMA), WHO dan Program, Dana dan Lembaga PBB.
UNMEER, misi kesehatan darurat pertama PBB, akan didirikan sebagai reaksi terhadap wabah yang tak pernah ada sebelumnya itu. Misi PBB tersebut akan bersifat sementara dan akan menanggapi kebutuhan segera yang berkaitan dengan upaya memerangi Ebola.
"Dr. Nabarro mengatakan adalah keterlibatan besar seluruh warga dalam urusan reaksi Ebola dan pemerintah bekerja secara efektif," kata Dujarric. Ia menyatakan satu tingkat sangat tinggi pusat perhatian telah dipelihara sekalipun jika tak ada kasus dan sampai orang terakhir dirawat.
Nabarro juga mengatakan selama ada Ebola di setiap negara tetangga, Mali perlu mempertahankan siaga tinggi.
"UNMEER telah menerima 400 sepeda motor dari Jerman," kata Dujarric. "Masing-masing dari ke-400 sepeda motor itu dilengkapi dengan kotak pendingin dan akan digunakan untuk membawa sampel darah ke laboratorium di daerah yang paling terpengaruh di Sierra Leone, Liberia dan Guinea." (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Misi Semen Padang FC Sabtu (24/1) sore ini berjuang menang dan koyak rekor Bali United
24 January 2026 15:10 WIB
Wako Pariaman sebut Pramuka dapat menjadi garda terdepan dalam mengawal visi dan misi daerah
31 December 2025 17:14 WIB
Puncak HUT Pertamina Ke-68, Dirut Pertamina kawal misi kemanusiaan di Aceh
11 December 2025 9:00 WIB
Tiga TNI yang ikut tersapu galodo Padang Panjang sedang jalankan misi kemanusiaan
30 November 2025 19:13 WIB
Prediksi pertandingan Semen Padang FC vs Persijap, misi sama lepas zona merah
20 November 2025 7:16 WIB
Foto "Misi Menjaga Kesehatan Masyarakat di Pedalaman Mentawai" raih penghargaan karya jurnalistik BPJS Kesehatan
17 September 2025 16:51 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018