Dishutbun Sumbar Prioritaskan Program Pencegahan Pengrusakan Hutan
Jumat, 28 November 2014 14:04 WIB
Padang, (Antara) – Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Sumatera Barat (Sumbar) akan memprioritaskan program-program pencegahan sebagai antisipasi awal kerusakan hutan di daerah itu.
"Tindakan pencegahan dipandang lebih efektif dibandingkan memperbaiki kerusakan hutan," kata Kepala Bidang Pengamanan dan Perlindungan Hutan Dishutbun Sumbar, Faridil Afrasy di Padang, Jumat.
Ia mengatakan, Dishutbun akan melakukan kegiatan-kegiatan penyuluhan sebagai antisipasi awal, sosialisasi yang intens kepada masyarakat, bekerja sama dengan polisi hutan (Polhut) mengadakan patroli ke kabupaten dan Kota di Sumbar.
Pada umumnya kata dia, kerusakan hutan disebabkan oleh perbuatan manusia, ternak, kebakaran, hama penyakit dan bencana alam.
"Maka dari itu kita akan berjuang untuk mempertahankan dan melindungi hutan ini agar dapat memenuhi fungsinya,"katanya.
Program pencegahan ini lanjut dia, akan lebih mudah jika ada peran serta masyakarat sekitar hutan, karena mereka pihak yang paling mengerti dan dekat dengan hutan.
Ia menyebutkan, tindakan hukum bagi para perambah hutan, pencurian hutan dan penebang liar juga akan ditegakkan.
"Kita akan tindak tegas para pelaku, namun untuk antisipasi awal kita akan memberikan penyuluhan hukum kepada masyarakat sekitar hutan, agar tidak melakukan penebangan liar, dan mengimbau masyarakat untuk melaporkan jika melihat aksi penebangan kayu secara liar," katanya.
Bagi masyarakat yang selama ini menggantungkan hidupnya dari hasil hutan, secara bertahap dialihkan ke usaha lain. Meskipun masih memanfaatkan hutan akan digiring untuk tidak merusak hutan.
"Bagi mereka akan kita fasilitasi dengan membentuk Pembinaan Masyarakat Desa Hutan (PMDH) dan aneka kegiatan usahanya," tutupnya. (**/cpw)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018