DK PBB Kutuk Meningkatnya Kerusuhan di Libya
Kamis, 27 November 2014 11:36 WIB
PBB, New York, (Antara/Xinhua-OANA) - Dewan Keamanan (DK) PBB pada Rabu (26/11) mengutuk keras meningkatnya kerusuhan di Libya, dan mendesak dilancarkannya upaya konstruktif guna melanjutkan proses politik banyak pihak guna mengatasi tantangan keamanan dan politik di sana.
Di dalam pernyataan pers yang dikeluarkan di Markas PBB, New York, anggota DK menyampaikan "keprihatinan sangat besar" mereka mengenai situasi yang memburuk dan dampaknya terhadap kestabilan dan perdamaian regional. Mereka menyampaikan dengan keprihatinan serangan belum lama ini terhadap prasarana sipil dan pemerintah.
"Anggota Dewan Keamanan dengan keras mengutuk pelanggaran hak asasi manusia dan pelecehan di Libya, penggunaan kekerasan terhadap warga sipil dan lembaga sipil serta intimidasi terhadap masyarakat, termasuk personel PBB. Mereka mengutuk upaya untuk mengintimidasi dan menghalangi fungsi layak lembaga keuangan di Libya," kata pernyataan tersebut.
PBB telah melaporkan peningkatan permuduhan belum lama ini di Libya, di tengah serangan udara di Tripoli dan Pegunungan Nafusa di bagian barat negeri tersebut serta di Benghazi dan sekitarnya di bagian timur, kata Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis pagi. Pertempuran berkecamuk cuma beberapa hari setelah gencatan senjata yang diperantarai PBB membawa ketenangan sementara bagi Benghazi dan memberi warga sipil di sana rasa lega yang sangat diperlukan dari kerusuhan dan kesempatan untuk mengungsi serta menemukan mayat korban.
Badan 15-anggota itu, yang menggaris-bawahi bahwa tak ada penyelesaian militer bagi krisis saat ini, mendesak semua pihak agar terlibat secara konstruktif dengan upaya Wakil Khusus Sekretaris Jenderal PBB Bernardino Leon untuk "melanjutkan proses politik banyak pihak dengan tujuan menangani tantangan keamanan dan politik yang dihadapi negeri tersebut.
Badan paling tangguh di PBB itu menekankan berdasarkan Resolusi 2174 (2014) Komite Sanksi siap menjatuhkan sanksi atas "siapa saja yang mengancam kestabilan, perdamaian atau keamanan di Libya atau menghalangi atau membahayakan keberhasilan penuntasan peralihran politiknya".
Sejak aksi perlawanan 2011, yang menggulingkan orang kuat Muammar Gaddafi, kerusuhan di kalangan kelompok bersenjata telah tersebar luas di negara Afrika Utara itu sehingga menimbulkan krisis kemanusiaan. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Agam bebaskan PBB-P2 wajib pajak terdampak bencana hidrometeorologi
11 February 2026 10:27 WIB
Tempo Doeloe - Moh Yamin dan Luat Siregar tentang Keanggotaan Indonesia dalam PBB
04 February 2026 21:25 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018