Opick: Lagu-Lagu Reliji Masih Bisa "Survive"
Selasa, 11 November 2014 15:24 WIB
Jakarta, (Antara) - Penyanyi Aunur Rofiq Lilfirdaus atau lebih populer dengan sapaan Opick mengakui bahwa lagu-lagu releji masih bisa tetap "survive" disebabkan para pelaku menekankan kepada pentingnya dakwah dan syiar Islam.
Dari sisi pendapatan mungkin tidak terlalu menggembirakan. Tetapi dari sisi dakwah bisa memberikan kepuasan batin. Seharusnya musik relejius dapat porsi yang sama dengan lagu-lagu pop, kata Opick di Jakarta, Selasa, ketika mendampingi Direktur Pendidikan Islam Amin Haidari, saat peluncuran kegiatan Rohis (Rohani Islam) bagi siswa setingkat SMA dan SMK.
Hingga kini musik religi Islam masih kurang peminatnya. Idealnya, memang lagu-lagu releji (relegius) Islami mendapat porsi dengan lagu pop. Tapi, bagi Opick, hal itu tidak memusingkan bagi dirinya. Baginya, selagi masih sehat, bisa berkarya melalui jalur musik yang dipilihnya akan terus digeluti.
Karena itu, agar tetap dapat berkarya dalam musik reliji itu dirinya harus memelihara kesehatan dengan baik. Caranya, makan dengan makanan yang halal. Kerja terus selagi sehat sebelum istirahat berkepanjangan alias meninggal.
Kini Opick tengah mempersiapkan lagu-lagi reliji terbarunya. Lagu yang terbaru tersebut merupakan edisi ke-11 dari rekamannya sejak ia berkarir di belantika musik. Ia mohon doa agar pekerjaannya dalam enam bulan ke depan bisa rampung dan publik bisa menikmatinya.
"Kesemua lagu yang disiapkannya itu adalah ciptaan sendiri," katanya.
Terkait dengan kegiatan lainnya, ia mengaku, banyak melakukan kegiatan amal. Terutama membantu warga Palestina. Melalui berbagai kegiatan konser di berbagai tempat, termasuk di luar negeri, ia ikut mengumpulkan dana untuk warga Palestina.
Direktur Pendidikan Islam, Amin Haidari memberi apresiasi terhadap kegiatan Opick. Islam sejak zaman Rasulullah telah memberi penghargaan besar terhadap karya seni. Para penyair di zaman itu, untuk karyanya yang terbagus, diabadikan di Kabah sehingga terbaca umat Islam yang tengah melakukan ritual di sekitarnya.
Musik dan seni memang harus terus berjalan. Dakwah tidak melulu harus dengan ceramah. Bisa dilakukan dengan cara berkesenian, seperti yang dilakukan Opick, ujar Amin Haidari. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Cikal Kreasi Agam-Pamenan Musik gelar festival menyanyi lagu Minang tingkat Sumbar
25 November 2025 15:24 WIB
Jurnalis asal Payakumbuh manajeri Zibos Band rilis lagu di Digital Platform
24 November 2025 10:58 WIB
Dorong Peserta Hidup Sehat, Dengan Lagu BPJS Kesehatan Nobatkan Faskes Terbaik 2025
09 October 2025 15:08 WIB
Didukung musisi Ajhay Pasma, Pisday Festival lagu minang sukses digelar di Pasaman
26 July 2025 20:04 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018