Beograd, (Antara/IRNA-0ANA) - Seorang pengulas Serbia sementara mengacu pada masalah ekonomi yang dihadapi Uni Eropa dan Amerika Serikat karena kebijakan yang salah dari pemberian sanksi mengatakan, itu harus diakui bahwa perbaikan ekonomi negara-negara Barat tergantung pada hasil pembicaraan antara 5+1 dan Iran. Berbicara kepada IRNA di Beograd, M. Jovanovich mengatakan tidak ada kesulitan di dunia sejauh ini telah diselesaikan melalui perang atau pengenaan sanksi-sanksi, ketimbang banyak masalah telah diselesaikan di belakang meja perundingan dan melalui pemahaman bilateral. Dia mengatakan, contoh yang jelas dari pengenaan sanksi yang salah dapat dilihat dalam kasus Iran yang setelah 35 tahun sanksi sepihak, ternyata berguna untuk mampu mencapai kemajuan besar di berbagai bidang seperti teknologi dengan mengandalkan para ahli sendiri. Dia mengatakan, Iran telah berubah dari negara tergantung sebelum revolusi 1979 menjadi sebuah negara eksportir dan mandiri di berbagai bidang. Menekankan bahwa dunia sekarang adalah multi-polar dan satu negara tidak bisa memaksakan kebijakannya pada pihak lain, Jovanovich mengatakan bahwa negara-negara BRIC termasuk Brazil, Rusia, India, Tiongkok dan Afrika Selatan di samping negara-negara lain seperti Iran telah menciptakan keseimbangan dalam dunia yang menguntungkan negara-negara yang lebih kecil dan berkembang. Ia memuji kebijakan Iran menjaga hubungan dengan negara-negara lain berdasarkan saling menghormati dan mengatakan, keberhasilan kebijakan ini sedang disaksikan di dunia saat ini karena banyak negara Eropa telah menerapkan hal itu dalam kebijakan luar negeri mereka. Analis Serbia mendukung pendekatan Iran dalam teknologi nuklir yang telah disebut oleh Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam sebagai "energi nuklir untuk semua, senjata nuklir tidak untuk siapapun" dan mengatakan Iran telah berulang kali membuktikan bahwa pihaknya mencari perdamaian dan stabilitas di tingkat internasional. Dia juga menyebut usulan Presiden Hassan Rouhani pada koalisi untuk perdamaian, dunia yang bebas dari kekerasan dan extremisme dan mengatakan bahwa negara yang benar-benar mencoba untuk pembentukan perdamaian berkelanjutan di dunia tidak dapat dituduh mengembangkan senjata pemusnah massal . Dia menyatakan harapan bahwa dengan penandatanganan kesepakatan antara 5+1 dan Iran semua sanksi terhadap Republik Islam harus dicabut dan hubungan akan dilanjutkan dalam rangka saling menghormati. (*/sun)