Israel Kembali Setujui Rencana Pembangunan Rumah di Jerusalem Timur
Kamis, 6 November 2014 6:37 WIB
Jerusalem, (Antara/Xinhua-OANA) - Komite Perencanaan dan Pembangunan Kota Praja Jerusalem pada Rabu (5/11) mensahkan rencana untuk membangun 278 rumah di Jerusalem Timur.
Pengesahan rencana pembangunan rumah di Jerusalem Timur di luar Jalur Hijau, di tanah yang dicaplok Israel selama Perang 1967, itu adalah untuk kedua kali selama pekan ini.
Sebelumnya, Senin (3/11), Komite itu mensahkan pembangunan sebanyak 500 rumah di Permukiman Ramat Shlomo.
Rencana pembangunan rumah tersebut meliputi 216 rumah di Permukiman Ramot, di luar perbatasan pra-1967, dan 62 rumah di Permukiman Har Homa.
"Tindakan ini dilakukan saat Pemerintah Otonomi (Nasional) Palestina berusaha melakukan tindakan sepihak di organisasi internasional seperti PBB," kata satu sumber resmi kepada jejaring berita Israel, Walla, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis pagi.
Ia merujuk kepada upaya Palestina belum lama ini untuk mengupayakan resolusi PBB yang menyerukan diakhirinya pendudukan Israel atas Tepi Barat Sungai Jordan dan Jerusalem Timur tanpa perundingan.
Israel membekukan babak perundingan paling akhirnya dengan Palestina pada April, setelah pembentukan Pemerintah Persatuan Nasional Palestina oleh Fatah dan faksi saingannya, HAMAS.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pekan lalu menyerukan dilanjutkannya pembangunan rumah baru di Jerusalem Timur.
Bulan lalu, Kota Praja Jerusalem memberi persetujuan akhirnya bagi pembangunan 2.612 rumah di Givat Hamatos, beberapa saat menjelang pertemuan Netanyahu dengan Presiden AS Barack Obama, sehingga meningkatkan ketegangan antara kedua sekutu tersebut.
Israel mencaplok Jerusalem Timur selama Perang Timur Tengah 1967. Jerusalem Timur adalah tempat tinggal lebih dari 300.000 orang Palestina.
Rakyat Palestina menginginkan Jerusalem Timur menjadi Ibu Kota negara palestina pada masa depan.
Palestina dan masyarakat internasional menentang pembangunan rumah Yahudi di sana, terutama di daerah yang akan membuat sulit pembentukan wilayah yang bersambung antara Tepi Barat dan Jerusalem Timur di dalam negara masa depan Palestina.
Namun para pejabat Israel berheras bahwa Jerusalem adalah "ibu kota tak terpisahkan dan abadi" bagi Israel, dan berkeras rakyat Israel "memiliki hak untuk membangun permukiman di sana". (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tottenham Hotspur kembali telan kekalahan setelah takluk dari Newcastle 1-2
11 February 2026 9:44 WIB
Prabowo kembali kutip Al Quran surat Ra'd ayat 11, komitmen perbaiki bangsa
07 February 2026 14:55 WIB
Pegawai THL Polsek Palembayan Agam kembali bekerja usai jadi korban banjir bandang
03 February 2026 16:54 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018