Jakarta, (Antara) - Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nachrawi mengajak seluruh bangsa Indonesia untuk menjaga dan meningkatkan harkat martabat bangsa melalui kegiatan kepemudaan dan prestasi di bidang olahraga. "Peranan pemuda dan olahraga sangat penting bagi bangsa Indonesia, salah satunya untuk menjaga semangat kepemudaan seperti tertuang dalam Sumpah Pemuda," kata Imam Nachrawi pada peringatan Hari Sumpa Pemuda ke-86 yang diselenggarakan Rakyat Merdeka Online (RMOL) di Jakarta, Jumat (31/10) malam. Menurut Imam Nachrawi, pemuda dan olahraga tidak bisa dipisahkan karena kedua saling terkait dalam mengharumkan nama bangsa di mata dunia. Karena itu, Imam mengajak bangsa Indonesia, khususnya para pemuda, untuk dapat menjaga martabat bangsa dan mengharumkan nama bangsa baik di tingkat nasional maupun internasional. Pada peringatan "Malam Anugerah Semangat Pemuda: Satukan Indonesia" itu, RMOL juga memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh, termasuk Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nachrawi. Tokoh yang hadir dan menerima penghargaan adalah, Menteri Perindustrian Saleh Husen, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah, Ketua Komisi III DPR RI Aziz Syamsuddin, Ketua Komisi VIII DPR RI Saleh Partaonan Daulay, mantan Kepala BNP2TKI Jumhur Hidayat, Staf Khusus mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Andi Arif, pembuat prototipe flying boat Yulian Paonangan, Direktur Utama PT Jakarta Propertindo Budi Karya Sumadi, dan Bupati Kutai Kertanegara Rita Widyasari. Kemudian beberapa tokoh lainnya yang menerima penghargaan tapi diwakili karena tidak bisa hadir adalah, Jenderal TNI Moeldoko, Anggota DPR RI Aryo Djojohadikusumo, dan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Partaonan Daulay mengatakan, Sumpah Pemuda yang dikumandangkan para pemuda Indonesia pada 28 Oktober 1928, saat ini sudah banyak yang tidak sesuai dengan semangat sumpah pemuda. Dari tiga unsur sumpah pemuda, kata dia, saat ini hanya satu unsur yang maish konsiten yakni "berbahasa satu, bahasa Indonesia", sedangkan dua unsur lainnya sudah banyak berubah. Pemimpin Redaksi RMOL, Teguh Santosa mengatakan, peringatan Hari Sumpah Pemuda yang diselenggarakannya berupaya untuk mengingatkan kembali sejarah lahirnya Hari Sumpah Pemuda, yang dikumandangkan oleh pemuda Indonesia pada saat negara Indonesia belum merdeka. Semangat Sumpah Pemuda itu, kata dia, diharapkan dapat terus menginspirasi dan memotivasi para pemuda saat ini untuk membangun bangsa dan negara yang kuat dengan semangat persatuan dan kesatuan. (*/jno)