Turki Kutuk Serangan terhadap Tentara Mesir di Sinai
Minggu, 26 Oktober 2014 20:22 WIB
Ankara, (Antara/KUNA-0ANA) - Turki Sabtu mengutuk serangan bersenjata yang terjadi di Sinai Utara Jumat terhadap pasukan Mesir.
Pemerintah Turki mengutuk segala bentuk terorisme, kata kementerian luar negeri Turki dalam satu pernyataan, menegaskan bahwa tidak ada legitimasi harus ditambahkan untuk setiap aksi teroris apapun alasannya itu.
Ankara juga menyatakan kesedihan yang mendalam atas meninggalnya tentara Mesir dan cedera sejumlah orang lain dalam serangan itu, dan berharap, atas nama rakyat Turki, pemulihan segera bagi mereka yang terluka.
Mesir Jumat mengumumkan keadaan darurat selama tiga-bulan di Semenanjung Sinai utara dan tengah setelah bom mobil bunuh diri menewaskan 30 tentara, kata presiden seperti dikutip AFP.
Langkah-langkah itu akan dimulai pada Sabtu pukul 03.00 GMT "untuk jangka waktu tiga bulan", kata presiden dalam satu pernyataan setelah serangan paling mematikan pada pasukan keamanan sejak militer menggulingkan presiden dari kubu Islam Mohamed Moursi tahun lalu.
Keputusan itu juga diambil untuk menutup perbatasan Rafah ke Jalur Gaza.
"Tentara dan polisi akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk mengatasi bahaya terorisme dan pendanaan, untuk menjaga keamanan
wilayah ... dan melindungi kehidupan warga," kata keputusan presiden.
Keputusan untuk memberlakukan keadaan darurat terjadi setelah 30 tentara tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam serangan di daerah pertanian El-Arish timurlaut, kota utama di Sinai utara.
Pemboman itu dilakukan oleh tersangka jihad yang menabrak
pos pemeriksaan dengan kendaraan yang dikemas dengan bahan peledak, kata beberapa pejabat keamanan.
Pria-pria bersenjata juga menembak mati seorang perwira dan melukai dua tentara pada Jumat di selatan pos pemeriksaan lain di El-Arish, kata beberapa pejabat keamanan.
Sejak penggulingan Moursi, lebih dari 1.400 pendukungnya telah tewas dalam tindakan keras oleh pihak berwenang.
Lebih dari 15.000 orang telah dipenjarakan termasuk Moursi dan pimpinan puncak dari Ikhwanul Muslimin, serta lebih dari 200 dihukum mati dalam pengadilan kilat. (*/WIJ)
Pewarta : 34
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Aliansi Peradaban PBB kutuk pembakaran Al Quran di Swedia, sebut sebagai tindakan keji
24 January 2023 6:02 WIB, 2023
LPOI dan LPOK kutuk keras aksi pembakaran Al Quran oleh politisi Swedia
23 January 2023 16:37 WIB, 2023
Pakistan bergabung dengan negara-negara muslim kutuk serbuan Israel ke Masjid Al Aqsa
08 August 2022 13:49 WIB, 2022
Pasar Bawah Bukittinggi diduga sengaja dibakar OTK, Wako Erman Safar kutuk pelaku jika terbukti (Video)
24 November 2021 13:57 WIB, 2021
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018