Rekam Data e-KTP Mentawai Terkendala Kerusakan Perangkat
Rabu, 17 Oktober 2012 16:03 WIB
Padang, (ANTARA) - Proses rekam data kartu penduduk elektronik (e-KTP) di Kabupaten Kapulauan Mentawai, Sumatera Barat terkendala akibat terjadinya kerusakan sejumlah perangkat.
Kepala Bidang Pencatatan Sipil Kantor Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Mentawai Gabriel Sakeru ketika dihubungi dari Padang, Rabu, mengungkapkan, perangkat yang rusak tersebut berupa pemindai retina dan sidik jadi yang terdapat di sejumlah kantor desa.
"Dari keterangan operator, alat tersebut tidak dapat membaca retina mata dan sidik jari sehingga ditolak oleh sistem komputer," jelasnya.
Menurutnya, alat yang rusak tersebut sudah dikembalikan ke pusat dan telah diminta penggantinya, tetapi hingga kini belum ada jawaban. Untuk pelayanan, para petugas harus menggunakan sisa alat yang ada sehingga memperlambat proses rekam data.
Buruknya sinyal server juga memperlambat proses pengiriman data yang sudah direkam ke pusat. Selan itu, terdapat kendala lain yakni tidak tersedianya arus listrik yang cukup untuk menjalankan parngkat.
Meski sudah terdapatnya generator sebagai pengganti sumber energi, namun kendala baru muncul yakni tidak cukupnya dana untuk membeli bahan bakar.
"Dana yang kita miliki tidak mencukupi untuk membeli BBM apalagi di sini (Mentawai), BBM sulit didapat dan harganya cukup tingginya," ujar Gabriel.
Lebih lanjut dikatakannya, faktor alam berupa tingginya gelombang juga menghambat perekaman data secara mobile di mana petugas yang mendatangi rumah-rumah penduduk yang cukup jauh seperti di Kecamatan Siberut Barat dan Siberut Barat Daya.
"Walau ada kendala-kendala itu, kita optimistis rekam data di Mentawai akan rampung 90 persen hingga 31 Oktober 2012," katanya.
Saat ini, total rekam data dari 10 kecamatan di Mentawai sudah mencapai 82,04 persen. Dari 44.483 jumlah wajib KTP, sebanyak 36.496 di antaranya sudah rekam data.
Capaian rekam data terbanyak berada di Kecamatan Sipora Utara yang mencapai 122, 75 persen. Sementara, capaian paling sedikit berada di Kecamatan Pagai Selatan yang hanya 52,28 persen.
"Hal itu terjadi karena rusaknya peralatan serta tidak mendukungnya gelombang laut untuk melakukan rekan data secara jemput bola," ujar Gabriel. (*/ril/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wagub Vasko tegaskan validasi data korban bencana: Jangan ada warga yang terlewat
04 March 2026 7:48 WIB
Sosialisasi SE Sekjen ATR/BPN No. 1/2026 untuk dukung peningkatan kualitas data pertanahan
03 March 2026 15:23 WIB
Kantor Pertanahan Pasaman laksanakan pengumpulan data yuridis PTSL 2026 di Nagari Lansek Kadok Barat
18 February 2026 10:17 WIB
Kantor Pertanahan Pasaman laksanakan pengumpulan data yuridis PTSL 2026 di Nagari Lansek Kadok
13 February 2026 9:41 WIB
Disdukcapil Dharmasraya kerjasama pemanfaatan data kependudukan dengan OPD
12 February 2026 15:23 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018