AS Desak Myanmar untuk Bebaskan Semua Tahanan Politik
Rabu, 8 Oktober 2014 11:23 WIB
Washington, (Antara/AFP) - Amerika Serikat, Selasa menyerukan Myanmar agar membebaskan semua tahanan politik yang tersisa, saat menyambut laporan bahwa amnesti besar-besaran sedang berlangsung di negara Asia Tenggara itu.
"Kami mendesak pemerintah terus bekerja secara cepat melalui
komite peninjau tahanan politik untuk membebaskan semua tahanan politik tanpa syarat, dan untuk menghilangkan syarat-syarat yang diberlakukan pada mereka yang sudah dibebaskan," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Jen Psaki.
Washington sedang mencari rincian tentang laporan bahwa Presiden Thein Sein telah mengampuni sekitar 3.073 orang termasuk mantan tokoh intelijen militer, kata Psaki kepada wartawan.
Namun, "diperkirakan 30 sampai 40 orang tetap dipenjara," katanya.
Rezim reformis, yang sedang mempersiapkan untuk menjadi tuan rumah pertemuan bersejarah para pemimpin internasional dan regional pada November, telah memberikan serangkaian amnesti sebagai bagian dari reformasi dramatis sejak berakhirnya kekuasaan militer pada tahun 2011.
Presiden AS Barack Obama akan melakukan perjalanan ke Myanmar untuk menghadiri KTT Asia Timur mendatang, yang akan terjadi bersama pertemuan Perhimpunan Bangsa Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) bulan depan. (*/sun)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Zigo Rolanda desak perbaikan, Dermaga Muaro Padang masuk proses tender Rp10 Miliar
25 August 2025 14:26 WIB
Pemkab Padang Pariaman desak PDAM bertransformasi tingkatkan pelayanan dan PAD
21 June 2025 15:05 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018