Nato Katakan akan Lindungi Turki dari "Tumpahan" IS
Selasa, 7 Oktober 2014 6:40 WIB
Warsawa, (Antara/AFP) - Kepala baru NATO Senin mengatakan akan melindungi anggota Turki dari serangan kelompok jihad Negara Islam (IS), yang berjuang untuk merebut wilayah di Irak dan Suriah di dekat perbatasan Turki.
"Turki adalah sekutu NATO dan tanggung jawab utama kami adalah melindungi integritas, perbatasan Turki," kata Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg kepada wartawan.
"Kami telah mengerahkan rudal Patriot di Turki, untuk meningkatkan, memperkuat pertahanan udara Turki. Dan Turki harus tahu bahwa NATO akan berada di sana jika ada setiap tumpahan, setiap serangan terhadap Turki sebagai konsekuensi dari kekerasan yang kita lihat di Suriah."
Stoltenberg berbicara setelah pertemuan dengan menteri pertahanan dan luar negeri Polandia di Warsaw, dalam kunjungan luar negeri pertamanya sejak menjabat pekan lalu.
Ia juga akan mengunjungi Turki, yang sedang berjuang untuk mengatasi tumpahan konflik Suriah dan Irak.
"Saya juga ingin menyambut tindakan yang diambil oleh Amerika Serikat, sekutu NATO dan para mitra regional untuk melawan Negara Islam Irak dan Levant (ISIL) yang juga disebut Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS)," katanya, mengacu pada serangan-serangan udara yang menargetkan IS di Suriah dan Irak.
Anggota parlemen Turki pekan lalu memberikan kewenangan pemerintah untuk ikut kampanye militer menghadapi IS, tetapi sejauh ini belum ada rencana militer yang telah diumumkan.
IS, saru kelompok garis keras Sunni, telah menyita sebagian besar wilayah Suriah dan Irak, dan dituduh melakukan kekejaman secara luas,
termasuk eksekusi massal, penculikan, penyiksaan dan pemaksaan perbudakan.
Pejuang IS Senin berusaha lagi untuk menyerbu kota penting Suriah Kobane di perbatasan Turki, tetapi pejuang Kurdi berjuang dengan serangan terbaru.
IS mulai bergerak maju ke Kobane pada 16 September, berusaha untuk memperkokoh cengkeramannya lebih dari bentangan panjang perbatasan Suriah-Turki.
Serangan itu memicu eksodus besar-besaran dari kota dan pedesaan sekitarnya, dengan sekitar 186.000 orang melarikan diri ke Turki. (*/sun)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dinas Perikanan Pasaman Barat katakan 70 persen nelayan di daerah itu masih tradisional
03 September 2023 17:46 WIB, 2023
Ferdy Sambo katakan siap bertanggung jawab atas tindak pidana yang dilakukannya
01 November 2022 14:01 WIB, 2022
Jaksa Agung katakan penerapan hukuman mati koruptor perlu dikaji bersama
18 November 2021 12:32 WIB, 2021
Pelatih Persib katakan Ezechiel tak turun lawan Bhayangkara karena belum fit
24 October 2019 6:14 WIB, 2019
Dipertanyakan banyak pihak, Menteri Kelautan katakan tetap lakukan penenggelaman
23 October 2019 14:52 WIB, 2019
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018