Washington, (Antara/AFP) - Komandan gerilyawan Suriah yang berhaluan moderat, Kamis, berikrar pasukannya akan melumpuhkan gerilyawan ISIS, yang kini menguasai daerah luas negara itu, dalam satu pernyataan kepada para anggota Kongres AS. Pemerintah Amerika Serikat sedang berencana meningkatkan pelatihan dan peralatan untuk Tentara Pembebasan Suriah (FSA), yang merupakan titik awal perang terhadap kelompok ISIS di Suriah. Dan di Irak, satu koalisi pimpinan AS akan meningkatkan serangan udara terhadap kelompok ISIS, yang kini mengubah namanya jadi IS (Negara Islam), untuk menghancurkan para petempur mereka yang menguasai satu daerah luas di kedua negara itu. Tetapi para anggota Kongres secara terbuka menyatakan ragu apakah FSA dapat melumpuhkan gerilyawan ISIS dan pasukan Presiden Bashar al-Assad --yang memiliki peralatan militer yang kuat, sementara pasukan gerilyawan mengalami kebuntuan dalam konflik tiga tahun untuk menggulingkan Bashar. Dalam satu pernyataan yang dikirim ke komisi urusan luar negeri Kongres, ketua Dewan Militer Tertinggi Suriah, Brigjen Abdel Ilah al-Bashir, berikrar pasukannya dapat mengatasi dua ancaman di Suriah . "Saya dengan ini menegaskan FSA tetap berjanji aka menyingkirkan Bashar al-Assad dan Abu Bakar al-Baghdado dari bumi Suriah," katanya dalam satu pernyataan mengacu pemimpin ISIS itu . Para anggota Tentara Pembebasan Suriah telah mengorbankan ribuan nyawa dalam perang menghadapi ISIS tahun lalu," kata Bashir dalam pernyataan yang dibacakan oleh anggota Kongres dari partai Demokrat Eliot Engel. "Kami berencana penuh untuk melanjutkan perang ini sampai Baghdadi benar-benar dikalahkan," kata Bashir. Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengemukakan kepada komisi itu sulit untuk memberikan angka pasti jajaran opposisi moderat itu, tetapi menegaskan mereka adalah satu "kekuatan resmi". "Kita tahu ada puluhan ribu orang yang melawan ISIS di Suriah sekarang," kata Kerry mengacu pada anggota kelompok garis keras itu. Menyinggung tentang kepada kelompok mana yang AS akan persenjatai, Kerry mengacu pada satu Konglomerat kelompok bersenjata yang telah dibentuk untuk membela masyarakat lokal dari serangan pemerintah dan itu termasuk sekuler serta Islam". Ia mengatakan jumlah anggota kelompok-kelompok itu bervariasi, dengan ratusan ribu petempur di masing-masing organisasi, seperti gerakan Hazem, yang melepaskan diri dari FSA. "Ada kelompok-kelompok lain, setidaknya tujuh yang beranggotaan dua ribu dan 4.000 petempur masing-masing," katanya kepada para anggota Kongres. Diplomat penting AS itu juga menegaskan bahwa AS tidak punya niat bekerja sama dengan Al-Nusra, satu afiliasi Al Qaida yang dicap oleh Washingtin sebagai satu organisasi teroris. Kerry mengatakan pusat perhatian kini mungkin tertuju ke kota Aleppo di utara, yang digempur pasukan Presiden Bashar sejak Desember. "ISIS berusaha merebut beberapa pelintasan perbatasan. Tetapi membantu kesatuan-kesatuan itu kini di sekitar Aleppo dapat membantu kita menjamin rute-rute pasokan dari Turki dan meningkatkan moral para petempur," kata Kerry. (*/sun)