Sanaa, (Antara/AFP) - Para pemberontak Syiah bentrok dengan kelompok Snnni yang didukung oleh tentara utara Sanaa, Kamis, pada saat Utusan PBB berada di kubu pemberontak mencoba untuk mengakhiri krisis politik Yaman. Pertempuran berkecamuk antara pemberontak, yang dikenal juga sebagai Huthi atau Ansarullah, dan para pejuang dari partai Islah (reformasi) di Shamlan. Saksi mata mengatakan lima orang terluka. Pertempuran itu telah menyebar ke Universitas keagamaan Iman yang adalah milik tokoh ulama terkemuka Islah Abdulmajid al-Zandani, kata mereka. Utusan PBB, Jamal Benomar tiba-tiba terbang pada Rabu ke benteng pemberontak Saada di mana dia mengadakan pertemuan tiga jam dengan pemimpin mereka, Abdulmalik al-Huthi. Benomar menyebutnnya pembicaraan berlangsung "konstruktif dan positif", dan keduanya diharapkan untuk bertemu lagi pada Hari Kematian pada Kamis. Namun, sumber-sumber yang dekat dengan perundingan mengatakan mereka masih menghadapi rintangan, terutama dalam pembongkaran kamp-kamp protes yang dibentuk oleh para pemberontak beberapa pekan lalu di dan sekitar Sanaa. Para pemberontak sebelumnya menolak tawaran Presiden Abdrabuh Mansur Hadi untuk menunjuk perdana menteri baru dan mengurangi kenaikan harga BBM yang kontroversial, dua masalah utama yang dituntut pemberontak. Komunitas Syiah Zaidi, milik pemberontak Huthi, adalah minoritas di Yaman yang sebagian besar penduduknya penganut Sunni, tetapi mayoritas di dataran tinggi utara, termasuk di wilâyah Sanaa. Para pengamat mengatakan mereka mencoba untuk membangun diri sendiri seperti sebagai kekuatan politik utama di daerah-daerah itu. (*/sun)