BNPB: 86 Kabupaten/Kota Dilanda Kekeringan
Rabu, 17 September 2014 16:29 WIB
Kepala Data dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho. (Antara)
Jakarta, (Antara) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan sebanyak 86 kabupaten/kota di 20 provinsi di tanah air mengalami kekeringan.
"Kekeringan paling banyak terjadi di Pulau Jawa, Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat," ujar Kepala Data dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.
Provinsi yang paling banyak mengalami kekeringan adalah Jawa Tengah dengan 18 kabupaten/kota kemudian Nusa Tenggara Timur dengan 15 kabupaten/kota yang mengalami kekeringan.
Sebanyak 13 kabupaten/kota di Jawa Timur juga dilanda kekeringan, begitu juga sembilan kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat dan delapan kabupaten/kota di Jawa Barat dan empat kabupaten/kota di Yogyakarta.
Sutopo juga menyebut ada beberapa provinsi di Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi yang mengalami kekeringan.
Berdasarkan data BMKG, kemarau pada 2014 tergolong normal karena El Nino tidak jadi menguat sehingga tidak memberikan dampak kemarau panjang dan kering di Indonesia.
Musim kemarau diperkirakan terjadi hingga Oktober-awal November 2014.
"Kekeringan di beberapa daerah dikarenakan kondisi geografis daerahnya kering, seperti Wonogiri, Boyolali, Pacitan, Gunung Kidul, Pantura, Purwodadi, Tuban, dan lainnya sehingga kekeringan sudah terjadi sejak lama," kata Sutopo.
Kemudian, selama Agustus 2014, wilayah di Jawa, Bali, NTT, NTB, Sulsel dan Lampung jarang terjadi hujan sehingga memperparah kekeringan.
BNPB menyiapkan Rp50 miliar untuk membantu Pemda di sembilan provinsi yaitu Jabar, Jateng, DIY, Jatim, NTB, NTT, Lampung, Sumsel, dan Sultra sesuai permintaan BPBD untuk mengatasi kekeringan tersebut.
"BNPB telah mendistribusikan mobil tangki ke beberapa BPBD provinsi/kabupaten/kota untuk penguatan kapasitas dan saat ini tangki tersebut digunakan untuk distribusi air," ujar Sutopo.
Sedangkan solusi total untuk mengatasi kekeringan disebut Sutopo adalah dengan upaya menyeluruh dan komitmen politik yang kuat yang dapat diwujudkan antara lain dengan pembangunan waduk, pengelolaan daerah aliran sungai serta konservasi tanah dan air. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Emas Antam anjlok Rp260 ribu ke angka Rp2,86 juta/gram, Sabtu (31/01/2026)
31 January 2026 11:32 WIB
348 Calon Haji Bukittinggi dilepas secara resmi, Tertua usia 86 dan Termuda 18 tahun
13 May 2025 16:02 WIB
Petugas tutup rest area KM 86 Tol Cipali arah Jakarta karena muncul asap dari tanah
07 April 2025 16:02 WIB
Indonesia catat surplus perdagangan dengan Swiss, capai Rp26,86 triliun pada 2022
09 February 2023 13:56 WIB, 2023
Realisasi belanja Kota Payakumbuh telah 86,94 persen, tertinggi keenam di Indonesia
26 December 2022 15:19 WIB, 2022
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018