Dahlan Mengeluh Oknum Pemda Riau Minta Komisi
Senin, 15 September 2014 15:13 WIB
Menteri BUMN Dahlan Iskan. (Antara)
Jakarta, (Antara) - Menteri BUMN Dahlan Iskan mengeluhkan adanya oknum Pemda Riau yang masih berani terang-terangan meminta komisi kepada PT Adhi Karya Tbk, meskipun KPK sudah menangkap sejumlah pejabat terkait dengan proyek prasarana PON di wilayah itu.
"Saya heran meski sudah banyak yang ditangkap KPK di proyek Riau ini masih juga ada yang berani minta komisi 5 persen. Bagi Adhi Karya ini dilema besar. Ke pengadilan sudah. Cara apa yang harus dilakukan? Apakah nyogok tidak bisa dihindari?" kata Dahlan, ketika dihubungi di Jakarta, Senin.
Menurut Dahlan, laporan adanya upaya meminta uang pelicin disampaikan langsung oleh Direktur Utama Adhi Karya, Kiswodarmawan.
Diketahui, Adhi Karya hingga kini masih memiliki tagihan kepada Pemda Riau senilai Rp200 miliar, dengan jangka waktu utang itu lebih dari dua tahun, sehingga sangat menggangu keuangan perusahaan.
Waktu itu Adhi dan BUMN lain tidak mau meneruskan proyek tersebut karena pembayaran yang seret, terutama setelah beberapa pihak di Riau ditangkap KPK, termasuk anggota DPRD.
Namun, Pemerintah Pusat dalam rapat-rapat yang dipimpin Menko Kesra memerintahkan agar Adhi Karya dan BUMN lainnya terus menyelesaikan proyek agar PON tetap bisa berlangsung di Riau sesuai dengan jadwal.
Walaupun terus ditagih, namun pembayarannya tidak pernah dilakukan, dengan alasan menunggu persetujuan penganggaran oleh DPRD Provinsi Riau.
Kenyatannya, DPRD tidak juga menganggarkan pada tahun berikutnya, sehingga mengakibatkan Adhi Karya melakukan gugatan ke pengadilan dan menang dengan keputusan Pemprov Riau harus segera membayar.
"Tapi, saat ditagih yang minta komisi 5 persen. Tentu saja Adhi menolak, sesuai dengan tekad Adhi dalam program BUMN Bersih. Akibatnya sampai sekarang tagihan Adhi itu belum dibayar, bahkan dianggarkan di DPRD pun belum," tegas Dahlan.
Akibat komitmen manajemen Adhi Karya yang tidak mau memberi sogokan dalam setiap pekerjaan, proyek yang didapatkan perusahaan dari lembaga-lembaga mengalami penurunan.
"Turun (jumlah proyek) tidak apa-apa. Jangan kalah oleh pengaruh lingkungan. Selanjutnya, perbanyak proyek sesama BUMN yang tidak perlu menyogok," ucap Dahlan. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gary Iskak dilarikan ke rumah sakit karena mengeluh sakit setelah ditahan akibat narkoba
25 May 2022 12:40 WIB, 2022
Harga bawang merah anjlok hingga hanya Rp6.000/kilogram, para petani di Alahan Panjang mengeluh
25 November 2021 16:12 WIB, 2021
Harga minyak goreng terus melambung, sejumlah pedagang mulai mengeluh
08 November 2021 17:07 WIB, 2021
Dagangannya sepi di masa pandemi, pedagang makanan-pakaian di Pasaman mengeluh begini
15 October 2021 16:08 WIB, 2021
Alasan pelatih Spanyol Luis Enrique tak mengeluh atas kekalahan timnya melawan Italia
07 July 2021 8:32 WIB, 2021
Sampah menumpuk di pinggir jalan objek wisata Danau Diatas, warga Alahan Panjang mengeluh
17 June 2021 10:34 WIB, 2021
Harga cabai melemah, seorang petani di Pasaman mengeluh karenaa alami kerugian mencapai Rp1 juta
28 May 2021 15:39 WIB, 2021
Mengeluh jadi sasaran rasis, PSG bela Neymar dan desak LFP segera menyelidiki
15 September 2020 6:30 WIB, 2020
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018