Sekjen PBB Desak Gencatan Senjata di Afrika Tengah
Senin, 15 September 2014 11:25 WIB
PBB, AS, (Antara/AFP) - Sekjen Perserikatan Bangsa Bangsa Ban Ki-moon Minggu mendesak semua pihak di Republik Afrika Tengah (CAR) yang terlibat kerusuhan "untuk mengakhiri segera" pertempuran dan memajukan transisi politik.
Pada saat pasukan penjaga perdamaian Afrika yang dipimpin (MISCA) mengalihkan kewenangan kepada Misi PBB (MINUSCA), Ban mendesak "semua pihak di Afrika Tengah agar mempertahankan komitmen mereka untuk proses politik inklusif, untuk memastikan berhasil menyelesaikan transisi negara itu."
"Pengambil-alihan kewenangan Minggu menandai keberhasilan penyelesaian mandat MISCA dan awal tindakan militer dan polisi MINUSCA di Republik Afrika Tengah," kata Ban dalam pernyataan itu.
Dia menyatakan "penghargaan yang besar kepada MISCA, yang telah menyelamatkan dan melindungi banyak nyawa, bersama pasukan Prancis Sangaris dan Pasukan Uni Eropa"- yang juga hadir di CAR.
Sekjen PBB juga memuji "kolaborasi teladan antara PBB dan Uni Afrika."
Saat ini, PBB mengatakan misi penjaga perdamaiannya di CAR mencakup 6.500 tentara, 1.000 polisi dan komponen sipil.
Misi itu "akan memprioritaskan perlindungan warga sipil, serta
dukungan terhadap proses dan membangun upaya negara", kata pernyataan
itu.
Pasukan PBB, dibentuk berdasarkan otorisasi Dewan Keamanan pada April, memiliki mandat hingga 12.000 tentara dan polisi, dan mulai beroperasi 30 April 2015.
Para penjaga perdamaian dibebankan untuk membangun kembali ketertiban dan keamanan di negara yang jatuh ke dalam kekacauan dan kekerasan antara milisi sejak penggulingan Presiden Francois Bozize pada Maret 2013.
Seorang presiden transisi, Catherine Samba Panza, mulai menjabat pada Januari, dan dia telah mengawasi penandatanganan pakta gencatan senjata antara sebagian besar pendudukn Muslim Pasukan Seleka dan sebagian besar milisi Kristen "anti-Balaka" yang muncul untuk membalas dendam terhadap kelompok Muslim berkaitan dengan kekejaman mantan pemberontak. (*/sun)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Agam bebaskan PBB-P2 wajib pajak terdampak bencana hidrometeorologi
11 February 2026 10:27 WIB
Tempo Doeloe - Moh Yamin dan Luat Siregar tentang Keanggotaan Indonesia dalam PBB
04 February 2026 21:25 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018