Obama Kirim 350 Tentara Tambahan ke Baghdad
Rabu, 3 September 2014 12:28 WIB
Washington, (Antara/AFP) - Presiden Amerika Serikat Barack Obama pada Selasa memerintahkan pengiriman 350 tentara tambahan ke Baghdad untuk membantu pengamanan kantor kedutaan di ibu kota Irak tersebut.
Dengan tentara tambahan itu, jumlah prajurit Amerika Serikat di Irak kini melebihi 1.000 orang.
Kebijakan tersebut diumumkan hanya beberapa saat setelah kelompok Daulah Islam mengunggah video yang menggambarkan seorang anggota memotong leher tawanan asal Amerika Serikat.
Amerika Serikat sendiri sebelumnya telah melancarkan serangan-serangan udara ke wilayah Irak yang dikuasai Daulah Islam sejak 8 Agustus lalu.
"Presiden memerintahkan Departemen Pertahahanan untuk memenuhi permintaan Departemen Luar Negeri terkait penambahan personil militer sejumlah 350 untuk mengamankan fasilitas diplomatik di Baghdad, Irak," demikian pernyataan dari Gedung Putih.
Amerika Serikat akan "terus mendukung upaya pemerintah Irak untuk menumpas Daulah Islam yang mengancam bukan saja Irak melainkan juga Timur Tengah dan kepentingan Amerika Serikat di kawasan itu," tulis Gedung Putih.
Obama sendiri saat ini tengah berada di perjalanan menuju Estonia dan Wales untuk menghadiri pertemuan puncak NATO.
"Presiden akan berkonsultasi dengan negara sekutu anggota NATO terkait Daulah Islam dan juga berupaya membangun koalisi internasional untuk mengimplementasikan strategi yang lebih komprehensif melawan kelompok garis keras," tulis Gedung Putih.
Pasukan tambahan dari Amerika Serikat akan didatangkan dari pangkalan militer di Timur Tengah. Mereka akan disertai oleh personel medis dan juga sejumlah helikopter, demikian kata juru bicara Pentagon, John Kirby.
Obama sendiri sempat menjanjikan penarikan seluruh pasukan Amerika Serikat dari Irak pada 2011 lalu menjelang pemilihan presiden.
Namun pembantaian oleh gerilyawan Daulah Islam membuat Obama melanggar janjinya dan justru menambah pasukan di Irak--termasuk memerintahkan serangan udara untuk menghentikan laju kelompok garis keras itu.
Pemerintah Obama mengatakan bahwa intervensi militer Amerika Serikat hanya bertujuan untuk melindungi staf kedutaan dan membuka jalan bagi bantuan kemanusiaan.
Namun kelompok oposisi mengkritik Obama karena dinilai terlalu lambat menangani ancaman Daulah Islam. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bupati Dharmasraya berpesan tak perlu kirim karangan bunga ulang tahun, diganti bibit tanaman
30 December 2025 16:45 WIB
Pantang Pulang Sebelum Aceh Menyala, PLN UID Sumatera Barat Kirim Tim Tangguh Recovery Kelistrikan
22 December 2025 17:46 WIB
UM Natsir kirim relawan bencana fokuskan logistik, pendataan dan Trauma Healing
21 December 2025 8:11 WIB
Kirim 2,3 ton bantuan, Heli Caracal TNI AU tembus lereng bukit Nagari Sungai Limau Pesisir Selatan
19 December 2025 21:36 WIB
Kembali tunjukkan aksi solidaritas bencana Sumbar, Wako Ramlan kirim bantuan ke Malalak dan Pariaman
17 December 2025 16:18 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018